CIKOLE– Benda bernilai sejarah dan karya seni lokal sukabumi dipamerkan di Gedung Juang 45 dalam acara yang bertajuk konservasi seni budaya. Hal tersebut dilakukan, tidak lain untuk tetap melestarikan dan memelihara kebudayaan serta kesenian sukabumi.
Ketua Panitia konservasi seni budaya, Bob Muslim menjelaskan, kesenian, kebudayan dan benda bernilai sejarah yang ditampilkan, mayoritas asli sukabumi. Selain itu, berbagai kesenian lokal itu bakal dipadukan dengan seni modern sehingga menampilkan perpaduan yang menarik.
“Acara ini berasas kemanfaatan dan kebersamaan, jadi semua komunitas mendukung. Tujuannya, untuk terus memlihara dan melestarikan budaya lokal sukabumi kepada semua kalangan masyarakat,” jelasnya, kemarin (28/10).
Tidak hanya itu, pihaknya juga bakal masuk pada lingkungan pendidikan di Kota Sukabumi untuk membumikan dan melestarikan kesenian serta kebudayaan ini bekerjasama denga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi. Sehingga nantinya, kesenian dan kebudayan ini terus dipelihara oleh generasi penerus.
“Nanti kami bakal masuk ke kelas-kelas, SD maupun SMP, termasuk ke ekstra kulikuler pendidikan. Dengan begitu, para generasi penerus diyakini akan terus memelihara dan melestarikan kesenian dan kebudayaan,” ujarnya.
Bob yang juga merupakan Ketua Dewan Kesenian Kota Sukabumi ini berharap, dengan konservasi seni budaya ini dapat kembali membumikan kesenian dan kebudayaan sukabumi.
Karena menurutnya, Kota Sukabumi ini memiliki semuanya tentang kesenian dan kebudayaan. “Berbagai macam kesenian dan kebudayaan kita miliki semua sejak dulu, nah melalui kegiatan ini kami berharap dapat kembali menghidupkannya diseluruh kalangan masyarakat,” imbuhnya.
Minat pemuda untuk mempelajari kesenian maupun budaya kesundaan hingga kini cukup berkembang baik di Kota Sukabumi. Selain itu, pemerintah daerah pun mulai sinergis untuk bersama membangun dan menghidupkan kembali kesenian dan kebudayaan di Kota Sukabumi.
“Keterlibatan pemerintah amat penting dalam membangun kesenian dan kebudayaan ini, dan kami pun telah menyusun berbagai cara serta kerjasama. Untuk minat pemuda, sudah cukup baik bisa dilihat tidak sedikit pemuda yang mulai menggeluti seni musik sunda dan yang lainnya,” pungkasnya.
(upi/d)




