CIRENGHAS-– Proyek perbaikan Jalan Raya Gegerbitung -Sukaraja yang berada di di Kampung Lio, Desa/Kecamatan Cireunghas, disoal warga dan pengguna lalu lintas.
Soalnya, tumpukan material proyek berupa batu, pasir dan mesin manual untuk pengolahan semen itu, hampir berada di setengah badan jalan. “Sudah sekitar satu pekan terakhir kondisi jalan seperti ini.
Jika siang menyebabkan debu dan apabila hujan jalanan ini menjadi becek dan licin. Khawatirnya jika malam hari pengendara sering tak sengaja melindas tumpukan tanah hingga mereka terjatuh,” jelas Baden (33), warga Kampung Cimaja, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung kepada Radar Sukabumi, kemarin (25/10).
Selain memakan ruas badan jalan, sambung Baden, tumpukan tanah galian dan material proyek yang akan digunakan untuk membuat drainase dan perbaikan jalan ini juga dinilai membahayakan pengendara, terlebih pada malam hari.
“Kalau malam, di jalan ini tidak ada penerangan jalan umum (PJU). Seharusnya, material pembangunan itu tidak boleh menumpuk di badan jalan. Karena dapat menyebabkan kemacetan serta kecelekaan lalu lintas,” imbuhnya.
Hal serupa dikatakan, Asep Munawar (32) warga Kampung Lio, Rt (2/1) Desa/Kecamatan Cireunghas, menjelaskan proyek pengerasan jalan dan pembetonan yang diprotes pengguna lalu lintas ini, telah dikerjakan oleh Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi.





