SUKABUMI – Keberadaan Terminal baru Type A di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi yang telah beroperasi sejak Oktober 2016 silam, dianggap belum sepenuhnya mampu mempengaruhi perekonomian bagi wilayah sekitar.
Sejauh ini, pertumbuhan ekonomi di sepanjang lintasan menuju terminal tersebut didominasi oleh pelaku usaha di sektor rumah makan atau jajanan. Hal ini dipengaruhi oleh tata ruang dan wilayah yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.
Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Tatan Kustandi mengakui sejak Terminal KH Ahmad Sanusi (Penamaan bagi terminal baru) tersebut dioperasikan, pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar masih belum menunjukan adanya peningkatan, bahkan secara grafik cenderung landay.
Tatan mengatakan lemahnya daya dongkrak terminal ini diduga akibat kurang tepatnya tata ruang dan wilayah. Selama ini sektor usaha yang berkembang di sekitar kawasan tersebut, hanya didominasi oleh rumah makan.

Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi
“Masih dipertimbangkan apakah perlu dikaji lagi soal tata ruang di sekitar terminal tersebut. Selama ini kawasan terminal lebih terkesan tertutup untuk sektor usaha lainnya. Berbeda dengan sebelumnya saat terminal masih berada di Jalan Sudirman, wilayah disana banyak tumbuh berbagai macam sektor usaha,” ujar Tatan.
Namun diakuinya untuk merubah fungsi tata ruang dan wilayah ini, diperlukan kajian yang mendalam. Tujuan agar kebijakan yang akan ditempuh tidak semakin mematikan perekonomian di wilayah sekitar terminal.
Dia meyakini dalam waktu dekat ini geliat terminal baru akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi bagi sejumlah kecamatan terdekat. “Pada saat jalan tol Sukabumi-Bogor mulai dioperasikan, maka keberadaan terminal akan terasa bagi pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Sebelumnya Ketua organisasi angkutan darat (Organda) Ferdiansyah mengungkapkan terminal Kh Ahmad Sanusi ini dapat memberikan perubahan pada perkonomian. Asalnya fasilitas perhubungan tersebut dikelola secara benar. “Kalau pengelolaanya baik dan benar, mudah-mudahan bisa baik juga terminal ini karena secara tidak langsung juga akan ada perubahan kepada ekonomi,” ujarnya. (Ton)




