BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengintegrasikan 13 Sekolah Manusia Unggul (Maung) dengan puluhan pelaku usaha. Langkah strategis ini digulirkan guna mencetak lulusan siap kerja sekaligus memutus mata rantai pengangguran lulusan SMK di wilayah Jabar.
Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Herman Suryatman menegaskan, kolaborasi pendidikan kejuruan dengan sektor industri menjadi solusi konkret menghadapi tantangan ketenagakerjaan sekaligus menyiapkan pemimpin masa depan menyongsong puncak bonus demografi. “Anak-anak kita nanti pada 2045 menjadi future leader, bukan beban masa depan,” ujarnya, Rabu (15/7).
Herman mengingatkan, tanpa skema link and match yang serius, Jabar berisiko terjebak dalam middle income trap. Karena itu, kolaborasi erat dengan dunia usaha mutlak diperlukan.



