NASIONAL

Upah Operasional Telat, KDMP Tersendat, Distribusi Barang Tak Lancar

×

Upah Operasional Telat, KDMP Tersendat, Distribusi Barang Tak Lancar

Sebarkan artikel ini
TRANSAKSI: Rata-rata penjualan mencapai Rp1 juta per hari, total Rp25 juta sejak beroperasi.

BLORA – Pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Blungun, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengaku kelimpungan akibat stok barang yang habis tak kunjung disuplai kembali. Padahal, uang hasil penjualan sudah disetorkan secara rutin melalui layanan BRILink.

Asisten Manajer KDMP Blungun, Ahmad Ryanto, menyebut transaksi penjualan rata-rata mencapai Rp1 juta per hari, dengan total sekitar Rp25 juta sejak beroperasi. “Penjualan tetap berjalan setiap hari. Uang hasil penjualan juga terus kami setorkan, tetapi sampai sekarang barang belum juga dikirim lagi,” ujarnya, Sabtu (11/7).

Kondisi ini membuat stok barang semakin menipis, bahkan beberapa jenis sudah habis. Ahmad menilai distribusi seharusnya bisa lebih cepat jika tersedia gudang di tingkat kabupaten. “Jawaban pihak Agrinas, barang harus dikirim dari pusat. Logikanya, seharusnya di tingkat kabupaten sudah ada gudang distributor,” tambahnya.

Selain masalah pasokan, Ahmad juga mengaku belum menerima upah operasional sebesar Rp1,9 juta untuk masa kerja 25 hari. Informasi yang diterima, baru pengelola KDMP Desa Ngloram dan Mulyorejo, Kecamatan Cepu, serta Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban, yang sudah menerima pembayaran.