BERITA UTAMA

SDN Cikahuripan Lumpuh Total: Ruang Kelas Jebol Banjir Bandang Cisolok

×

SDN Cikahuripan Lumpuh Total: Ruang Kelas Jebol Banjir Bandang Cisolok

Sebarkan artikel ini
Kondisi bangunan SDN Cikahuripan yang rusak berat akibat banjir bandang.(Foto: Nandi/Radar Sukabumi)
Kondisi bangunan SDN Cikahuripan yang rusak berat akibat banjir bandang.(Foto: Nandi/Radar Sukabumi)

SUKABUMI— Banjir bandang yang melanda Kampung Tugu, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Senin sore (27/10/2025), tak hanya merusak rumah warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas pendidikan. Bangunan SDN Cikahuripan yang berjarak sekitar 10 meter dari aliran Sungai Cisolok mengalami kerusakan parah akibat terjangan air bah.

Pantauan di lokasi menunjukkan ruang kelas VI dan ruang guru jebol, sementara lima ruang kelas lainnya rusak berat. Meja, kursi, dan dokumen penting hanyut terbawa arus. Aktivitas belajar mengajar pun terpaksa dihentikan dan dialihkan ke sistem pembelajaran daring.

Bank bjb Tandamata

Pelaksana tugas (Plt) Kepala SDN Cikahuripan, Ibu Empat, mengaku tak kuasa menahan haru saat melihat kondisi sekolahnya pasca bencana.

“Saya baru enam bulan bertugas di sini. Saat kejadian, saya tidak di lokasi. Setelah dikonfirmasi ke guru yang tinggal dekat sekolah, ternyata benar, ruang kelas VI jebol sekitar pukul enam sore,” tuturnya lirih.

Ia menambahkan, malam kejadian dirinya langsung menuju lokasi meski listrik padam dan kondisi gelap gulita. Lumpur setinggi lutut orang dewasa menghambat akses masuk ke sekolah.

“Kami tidak bisa langsung masuk karena gelap dan lumpurnya tebal sekali,” kenangnya.

Menurut Ibu Empat, seluruh mebel dan arsip sekolah rusak atau hilang. Ia berharap ruangan yang masih berdiri bisa segera dibersihkan dan dimanfaatkan kembali, meski dalam kondisi sederhana.

“Mudah-mudahan setelah dibersihkan bisa dipakai lagi,” harapnya.

Sementara itu, Jumhanah, salah satu guru SDN Cikahuripan, menyebutkan bahwa sembilan ruangan belajar rusak berat, termasuk enam kelas utama. Sebanyak 200 siswa terpaksa belajar dari rumah hingga proses perbaikan selesai.

“KBM tidak dihentikan, tapi dialihkan ke daring. Kami juga sedang koordinasi dengan madrasah terdekat untuk kemungkinan menumpang belajar,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim relawan dan aparat dari Setukpa Polri masih melakukan pembersihan di lokasi. Warga dan pihak sekolah berharap proses pemulihan berjalan cepat agar anak-anak bisa kembali belajar secara normal.(ndi/t)