BANDUNG – Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025 tingkat Jawa Barat (Jabar), berlangsung di Lapangan Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (2/5/2015).
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menjadi pembina upacara peringatan Hardiknas. “Hari ini dibutuhkan manusia-manusia yang sejak dini berani berkompetisi, bukan yang leha-leha!” tegaskan Dedi Mulyadi, mengawali pidatonya.
Lebih lanjut dikatakannya, bahwa persaingan saat ini bukanlah skala regional, tapi nasional hingga internasional. “Anak-anak harus punya mental petarung dan kompetitif karena mereka harus bersaing,” ujarnya kutip laman Disdik Jabar.
“Tidak ada cara lain untuk mengubah cara berpikir, cara berpindah selain melalui pendidikan yang menuju Gerbang Waluya (kemuliaan),” kata Dedi Mulyadi menambahkan.
Menurutnya, tiga poin yang harus dilakukan untuk mencapai hal tersebut. Pertama, anak harus sehat. Kedua, anak memiliki kemerdekaan dalam berpikir, berbuat dan bertindak namun tetap terarah dalam bingkai profesionalme.
“Selanjutnya adalah singer, tanginas, lebih dulu melakukan (kebaikan) apa pun dibandingkan orang lain, (contohnya) anak Jabar enggak boleh kesiangan,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi mengapresiasi ke seluruh siswa di Jabar yang selalu menjaga tata tertib dan menjaga kesehatan. Selain itu ia pun mengajak seluruh guru di Jabar agar menjadi guru yang merdeka, punya visi dan arah yang jelas.
Dedi Mulyadi akan mendorong seluruh Bupati dan Walikota di Jabar untuk menyiapkan ruang kelas yang baik. “Ruang kelas 8×10 meter. Ini yang saya inginkan sebagai cara untuk membangun peradaban ke depan,” tandasnya.
“Saya ingatkan, anggaran Jabar sebanyak Rp1,2 triliun, diarahkan untuk lahirnya bangunan (sekolah) yang berkualitas dan bermutu,” tegasnya menambahkan.
Selanjutnya, pada upacara peringatan Hardiknas tingkat Jabar, tahun 2025 ini dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada siswa, guru dan sekolah berprestasi tingkat nasional dan internasional.
Kemudian penyerahan buku tabungan kepada perwakilan siswa pada program Pelajar Menabung, pembacaan Deklarasi Siswa Jabar serta peninjauan persiapan pendidikan karakter, disiplin, dan bela negara di Kota Bandung.
Seluruh petugas upacara merupakan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Paskibra di berbagai sekolah di Kota Bandung. Dalam upacara itu juga dihadiri oleh pejabat struktural Disdik Jabar dan tamu undangan lainnya. Puluhan perwakilan siswa di Kota Bandung pun hadir sebagai peserta upacara dengan memakai busana adat daerah. (Ron/Nzr)






