KABUPATEN SUKABUMI

Sopir Taksi Online Asal Sukabumi Tewas Diduga Dibegal di Bogor dan Disiram Air Keras 

×

Sopir Taksi Online Asal Sukabumi Tewas Diduga Dibegal di Bogor dan Disiram Air Keras 

Sebarkan artikel ini
Korban Begal Sukabumi
Keluarga korban pembegalan saat bertakziah di TPU Ahlil Khoer, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi pada Rabu (16/04).

CISAAT – Nasib memilukan menimpa seorang sopir taksi online asal Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Yoga Firdaus (36), dikabarkan meninggal dunia setelah diduga dibegal di darah Ciawi, Bogor pada beberapa waktu lalu.

Korban telah menghembuskan nafas terakhirnya setelah mendapatkan penangan tim medis dari RSUD Ciawi dan dikebumikan oleh pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ahlil Khoer, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi pada Selasa (15/04) sore.

Bank bjb Tandamata

Paman korban, Irwan Kurniawan (45) mengatakan, korban terakhir kali bertemu keluarganya pada Senin (07/04) malam.

“Saat itu, korban telah berpamitan kepada kakaknya. Iya, katanya akan menarik penumpang dengan mengendarai mobil Suzuki Ertiga,” kata Irwan pada Rabu (16/04).

Setelah itu, pihak keluarga kehilangan kabar perihal keberadaan korban selama dua hari. Tidak lama setelah itu, pihak keluarga mendapatkan kabar bahwa korban sudah berada di RSUD Ciawi dengan kondisi koma pada Rabu (09/04) dini hari.

“Kondisi korban sudah mengenaskan dengan luka bakar yang diduga akibat siraman air keras hampir di sekujur tubuhnya,” paparnya.

Setelah itu, pihak keluarga mendapatkan informasi dari pihak Kepolisian, bahwa korban ditemukan warga pada Selasa (08/04) dengan kondisi luka bakar dan mengenaskan.

“Katanya, korban ditolong oleh warga setempat dan dibawa ke Polsek. Nah, setelah itu langsung dibawa ke RSUD Ciawi. Jadi, sebelum ditemukan warga, korban sempat berjalan kaki sejauh 2 kilometer sambil terhuyung-huyung dan meminta bantuan ke pengguna jalan,” paparnya.

“Iya, kata Polsek Ciawi, Polres Bogor, bahwa pertama kali menangani dugaan pembegalan ini pada 8 April. Nah, saya juga sudah 2 hari lost contact,” bebernya.

“Kami juga sempat kesulitan menemukan korban. Nah, kami baru mengetahui keberadaan korban setelah ada pencocokan data antara Polres Bogor dan Polres Sukabumi Kota,” bebernya.