SUKABUMI – Sebanyak 884 personel gabungan siap mengamankan arus mudik dan libur lebaran 2025. Hal itu, diketahui setelah Polres Sukabumi Kota menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral Operasi Ketupat Lodaya di aula Graha Rekonfu Polres Sukabumi Kota.
Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, Operasi Lilin Lodaya 2025 diselenggarakan mulai 23 Maret 2025 hingga 8 April 2025 dengan melibatkan 884 personel gabungan. Diantaranya, 433 personel Polres Sukabumi Kota, 90 personel Kodim 0607 Kota Sukabumi, 30 personel Dishub, 30 personel Satpol PP, 20 personel BPBD, 20 personel damkar, 55 personel Dinas Kesehatan, 5 personel Jasaraharja, 48 Orari, 6 personel PMI, 30 anggota KBPPP, 60 anggota Saka Bhayangkara dan 30 anggota Senkom.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi menjelaskan, rakor lintas sektoral diselenggarakan untuk menyamakan visi dan misi dalam rangka mewujudkan hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah, arus mudik lebaran dan libur panjang yang kondusif.
“Adapun, fokus pengamanan dalam rangka Operasi Lilin Lodaya 2025 diberikan pada wilayah rawan terjadinya gangguan Kamtibmas, seperti pusat perbelanjaan, terminal dan tempat-tempat ibadah,” jelas Rita kepada wartawan, Minggu (16/3).
Selain itu, Rita juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Idul Fitri. Menurutnya, kerja sama dan koordinasi antar semua pihak menjadi kunci suksesnya Operasi Ketupat Lodaya 2025.
“Dengan sinergi yang baik, kami berharap masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan nyaman, aman, dan tertib,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi Imran Wardhani menerangkan, pengamanan Hari Raya Idul Fitri Dishub akan menyiapkan sejumlah hal seperti 97 buah rambu lalu lintas portable, 2 unit mobil skylift dan 1 unit mobil derek, serta 83 orang personil.
“Sejauh ini, kami bersama Satlantas langsung melakukan monitoring dan evaluasi kondisi di lapangan termasuk titik rawan terjadi kemacetan, jalur yang rawan peningkatan arus lalu lintas,” paparnya.
Bukan hanya itu, sambung Imran, Dishub bakal melakukan langkah antisipasi terjadinya kepadatan lalu lintas salah satunya dengan melakukan rekayasa lalu lintas. “Karena itu saat ini kami masih melakukan pemetaan titik mana saja yang perlu dilakukan rekayasa,” pungkasnya. (Bam)






