SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, akhirnya memberikan satu kali kesempatan bagi penyelenggaraan Pasar Marema selama Ramadhan 1446 Hijriah. Keputusan ini, diambil lantaran waktu yang tersedia bagi pemerintah untuk melakukan kajian cukup terbatas.
Wakil Walikota Sukabumi Bobby Maulana menjelaskan, sejak ia dan Walikota Sukabumi Ayep Zaki dilantik langsung harus mengikuti retret di Magelang. Akibatnya, baru mulai efektif menjalankan tugas pemerintahan di awal Ramadhan. Kondisi ini membuat tidak dapat melakukan kajian lebih mendalam mengenai keberadaan pasar tumpah tersebut.
“Untuk mengkaji ini perlu waktu. Untuk sekarang kita biarkan dulu, istilahnya the last chance untuk pasar tumpah ini. Masih ada Ramadan-Ramadan berikutnya yang bisa kita kaji lebih dalam. Bila perlu, kita buat Peraturan Walikota (Perwal) agar lebih teratur. Kalau kita tegas sekarang dan langsung membongkar semuanya, nanti bagaimana? Sementara katanya pedagang sudah membayar uang muka (DP). Jujur, saya tidak tahu mereka membayar ke siapa,” kata Bobby kepada Radar Sukabumi, belum lama ini.
Ia menegaskan, kondisi ini bersifat darurat karena segala sesuatunya serba terbatas. Namun, untuk kedepannya, Pemkot Sukabumi berencana membuat regulasi khusus dalam bentuk Perwal guna mengatur penyelenggaraan Pasar Ramadhan agar lebih tertata dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. “Kita masih punya lima kali bulan puasa lagi dalam kepemimpinan ini. Semua serba mepet, serba terbatas, jadi kali ini kita berikan kesempatan. Ke depan, kita akan buat Perwal untuk mengatur Pasar Ramadhan agar lebih baik,” tegasnya.
Berdasarkan masukan dari berbagai pihak, diputuskan bahwa Pasar Marema tak akan diselenggarakan. Dari laporan yang diterima, bahwa bangunan semi permanen merupakan pasar tumpah.
“Untuk yang sekarang ini, pasar tumpah, memang katanya setiap tahun ada. Tadi malam katanya dibangun, kita baru tahunya itu pagi. Setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak, katanya pedagang sudah masuk, sudah bayar. Bayar ke siapa, kita belum tahu. Bukan tidak mau tegas, tapi ini sudah berjalan pasar tumpahnya,” cetusnya.






