BERITA UTAMA

Potret Warga Kebonpedes dan Gegerbitung Perbaiki Jembatan  dengan Swadya 

×

Potret Warga Kebonpedes dan Gegerbitung Perbaiki Jembatan  dengan Swadya 

Sebarkan artikel ini
GOTONG ROYONG : Warga saat swadaya perbaiki jembatan Jantake yang menghubungkan Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, dengan Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.(FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)
GOTONG ROYONG : Warga saat swadaya perbaiki jembatan Jantake yang menghubungkan Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, dengan Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.(FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)

SUKABUMIWarga Kecamatan Kebonpedes dan Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, mendambakan pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, dengan Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung.

Pasalnya, kondisi Jembatan Jantake yang melintasi Sungai Cimandiri semakin memprihatinkan. Jembatan tersebut mengalami kerusakan akibat lapuk termakan usia, sehingga membahayakan warga yang melintasinya. Bahkan, saat musim hujan tiba, air dari sungai Cimandiri kerap meluap hingga merendam badan jembatan, sehingga dilintasi baik oleh pejalan kaki maupun pemotor.

Bank bjb Tandamata

Sebagai bentuk inisiatif, warga dua kecamatan tersebut secara swadaya melakukan gotong royong untuk memperbaiki jembatan menggunakan peralatan seadanya. Namun, kondisi jembatan tetap berisiko karena hanya menggunakan material darurat, sehingga jauh dari kata aman dan nyaman.

Kepala Desa Sasagaran, Deni Suwandi kepada Radar Sukabumi mengatakan, pihaknya telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, tetapi hingga saat ini belum ada realisasi.

“Kami sudah berkali-kali mengajukan permohonan bantuan, namun hingga kini belum ada tanggapan konkret dari pemerintah. Padahal, jembatan ini sangat vital bagi warga,” kata Deni kepada Radar Sukabumi pada Senin (17/02).

Jembatan Jantake sendiri merupakan peninggalan zaman Belanda yang dibangun menggunakan besi. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak bagian yang mulai rusak, termasuk kawat seling yang copot di beberapa bagian.

“Iya, kasihan warga disini, sangat membutuhkan jembatan. Kalau air dari Sungai Cimandiri meluap, dapat dipastikan airnya merendam badan jembatan hingga setinggi lutut orang dewasa. Bahkan, pada 2 bulan lalu ada pengendara motor yang mengangkut hasil pertanian terjatuh ke sungai bersama motornya saat melintasi jembatan itu,” paparnya.

Keberadaan jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari mengangkut hasil pertanian, pergi ke sekolah, mengakses layanan kesehatan, hingga menuju pasar dan fasilitas publik lainnya.