SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat sepanjang Januari hingga Oktober 2024 terdapat sebanyak 273 kejadian. Akibatnya, tiga orang meninggal dunia dan menelan kerugian hingga Rp4.661.500.000.
Kalak BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik menjelaskan, dari jumlah total bencana yang terjadi rinciannya yakni, 12 angin topan, 46 Banjir, 121 cuaca ekstrim, 6 gempa bumi, 3 kebakaran lahan dan 62 tanah longsor. “Jika melihat dari data yang ada, jenis bencana cuaca ekstrim lebih mendominasi dibanding jenis bencana lainnya,” kata Novian kepada Radar Sukabumi, Senin (4/11).
Selain menimbulkan kerugian materi, sambung Novian, bencana alam ini juga mengakibatkan 538 bangunan rusak. Diantaranya, 42 unit rusak berat, 120 unit rusak sedang dan 376 unit rusak ringan. “Adapun, dari jumlah total kejadian yang ada, 3 meninggal dunia, 2 luka ringan, 8 mengungsi, 1 luka berat dan 8 jiwa terdampak,” bebernya.
Novian menambahkan, BPBD Kota Sukabumi telah melakukan penanggulangan bencana, mulai dari pra bencana, saat dan pasca bencana dalam bentuk upaya-upaya.
Diantaranya, telah melakukan rakor penguatan kapasitas 17 Kelurahan Tangguh Bencana, kemudian pembentukan Tim Pusdalops BPBD Kota Sukabumi sebagai penguatan kapasitas kinerja, melaksanakan kegiatan pemantauan lokasi rawan bencana, dengan melakukan susur sungai bersama Forkopimda di Sungai Cimandiri dan diisi dengan kegiatan pembersihan sungai, serta penanaman pohon di sempadan Sungai Cimandiri.






