KESEHATAN

Kenali Nyeri yang Sedang Kamu Alami, Simak Cara Penanganannya  

×

Kenali Nyeri yang Sedang Kamu Alami, Simak Cara Penanganannya  

Sebarkan artikel ini
Nyeri Mayapada Hospital

RADARSUKABUMI.com Siapa yang tak pernah merasakan nyeri, rasanya hampir semua orang pernah mengalaminya.Entah nyeri ringan atau nyeri berulang mungkin pernah dirasakan beberapa orang dari bagian tubuhnya.

Tapi tahukah kamu, ternyata nyeri yang kamu alami bisa berbeda-beda penyebabnya.

Bank bjb Tandamata

Bahkan tanpa kamu sadari, mungkin saja nyeri yang kamu alami saat ini bisa berbahaya kedepannya apabila tidak tertangani dengan baik.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memahami jenis nyeri yang sedang dirasakan.

Sebab nyeri merupakan tanda atau peringatan bagi tubuh bahwa sedang ada sesuatu yang salah terjadi.

Dengan begitu, diperlukan perhatian dan penanganan nyeri yang baik dan adekuat untuk dapat meningkatkan kualitas hidup penderita.

Dokter Spesialis Anestesi Subspesialis Manajemen Nyeri dari Mayapada Hospital Bogor,  dr. Henny Widyastuti, M.Kes, Sp.An, FIPM, Subsp.MN (K)menjelaskan nyeri yang dirasakan pada tubuh dapat dibedakan menjadi akut dan kronis.

Kronis merupakan nyeri yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia.

Gejalanya, merasakan nyeri dalam kurun waktu lama, misalnya berlangsung selama 3 bulan yang terjadi berulang-ulang.

Terus menerus merasa nyeri setiap hari, akibatnya berdampak buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental.

“Kalau dari psikososial, jadi lebih bete dan sulit ikut kegiatan. Sehingga menurunkan sosialiasai hingga menjadi depresi,” jelas dr Henny.

Sedangkan nyeri akut kondisi sakit dan tidak nyaman yang  biasanya muncul tiba-tiba dan hanya terjadi sebentar.

Kondisi nyeri akut umumnya terjadi akibat ada cedera di otot leher atau tulang punggung.

Nyeri akut biasanya paling lama hanya terjadi dalam beberapa hari.

Namun bisa menjadi berkepanjangan jika penyebab utama nyeri akut tidak diatasi dengan baik sedari awal.

“Nyeri akut tidak tertangani dengan baik ada dampak jangka panjang, contoh syaraf lebih sensitif sehingga berkembang menjadi kronis,” kata dr Henny.