BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Ketika KA Pangrango Sukabumi-Bogor Kembali Ngerel Lagi

×

Ketika KA Pangrango Sukabumi-Bogor Kembali Ngerel Lagi

Sebarkan artikel ini
Kereta Api (KA) Pangrango
Kereta Api (KA) Pangrango memulai lagi perjalanan melayani masyarakat dari Sukabumi ke Bogor maupun sebaliknya.(Foto : Dok Radar)

Hadir Dengan Wajah Baru dan Layanan Lebih Nyaman, Aman

Kembali beroperasinya Kereta Api (KA) Pangrango jurusan Sukabumi-Bogor disambut baik masyarakat. Apalagi, angkutan masal ini sangat dibutuhkan dan baik oleh warga Bogor dan Sukabumi. Sarana transportasi tersebut dinilai bisa menjadi solusi terbaik bagi masyarakat ketika jalur darat Sukabumi-Bogor selalu terjadi kemacetan setiap harinya.

ISEP UCU AGUSTINA, Sukabumi

Bank bjb Tandamata

Tut, tut, tut. Bunyi klakson KA Pangrango mulai terdengar. Suara itu menjadi pengobat rindu sekaligus penghilang dahaga masyarakat Sukabumi akan tranportasi bebas macet. Dengan melewati jalur sepanjang 57,650 kilometer spoor (km’sp), KA Pangrango pun sudah mulai beroperasi lagi.

Lounching pengoperasian kembali KA Pangrango kemarin pun dihadiri Direktur Jendral (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan KAI, Mohamad Risal Wasal, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) wilayah Jawa bagian barat, Erni Basri, Kadishub Kota Sukabumi, Abdul Rachman, perwakilan Dishub Kabupaten Sukabumi dan Dishub Kota Bogor.

Direktur Jendral (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri juga menyampaikan pesan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi agar proyek yang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo bisa segera selesai.

“Insya Allah pembangunan double track bisa selesai akhir April ini dan mudah-mudahan di awal Mei 2022 bisa dioperasikan. Infrastruktur dan trek Bogor-Sukabumi dan kapasitas ruangan untuk kereta api pun bisa semakin meningkat,” ucapnya.

Setelah infrastruktur dan kapasitas pelayanan, Dirjen Perkeretaapian itu juga meminta jajaran KAI untuk melakukan evaluasi secara terus menerus. Karena KA Pangrango merupakan kereta komersil tidak ada subsidi dari pemerintah. Jadi harus memberikan pelayanan yang lebih baik.

“Alhamdulillah KAI juga sudah membuka niat baiknya melayani masyarakat dengan mengganti kereta lama dengan kereta baru. Lebih nyaman dan baik,” terangnya.

Karena sudah kurang lebih 8 bulan tidak beroperasi, Zulfikri juga meminta kepada KAI untuk memperhatikan keselamatan di setiap perlintasan. Pada intinya, pelayanan bukan hanya nyaman, aman akan tetapi keselamatan juga lebih penting.

“Di perlintasan-perlintasan harus diperhatikan dan koordinasi di wilayah agar keselamatannya bisa kita jamin saat kereta melintas,” pinta Zulfikri.

Disisi lain, Zulfikri juga menyampaikan melalui KA Pangrango bisa mengukuhkan aksesibilitas dari potensi wisata yang demikian hebatnya di Sukabumi maupun Bogor.

Mulai dari stasiun Cicurug banyak budayawan dan pelukis dan Stasiun Cisaat ada akses menuju destinasi Jembatan Gantung Situgunung yang merupakan jembatan terpanjang di Asia tenggara.

“Banyak potensi wisata yang ada di setiap stasiun-stasiun trek Bogor-Sukabumi. Jadi KA Pangrango lebih identik nantinya dengan kereta wisata,” bebernya.

KA Pangrango Bogor-Sukabumi melewati sepuluh stasiun dengan waktu tempuh 124 menit yang nantinya akan terus dipersingkat hingga maksimum 90 menit.

Kereta Api (KA) Pangrango
Direktur Jendral (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri saat memantau langsung perjalanan perdana KA Pangrango.

Untuk tempat duduk, tersedia kapasitas 100 tempat duduk kelas eksekutif dan 320 untuk tempat duduk ekonomi. Dimana, tiket bisa dibeli langsung di outlet atau melalui online. “Harga tiket kelas eksekutif Rp80 ribu dan kelas ekonomi Rp45 ribu,” bebernya

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Abdul Rachman yang berkesempatan mengikuti perjalanan awal beroperasinya KA Pangrango ini mengatakan, saat ini banyak peningkatan yang dirasakan olehnya ketika menaikinya selama perjalanan pulang pergi Sukabumi-Bogor Paledang.

“Alhamdulillah kereta berjalan lancar dan informasi dari PT KAI, untuk semua gerbong diganti. Jadi kereta operasional sekarang bukan gerbong lama, tapi gerbong baru, new image. Semua fasilitas ditingkatkan dan saya rasakan ada kemajuan dari fasilitas maupun dari sisi kecepatan,” akunya.

Perjalanan KA Pangrango dapat ditempuh dengan waktu 2 jam. Tentunya ada proses percepatan waktu yang ditempuhnya. “Sebelum adanya perubahan, dari Sukabumi ke Bogor itu butuh waktu 2,5 jam. Mudah-mudahan ke depannya akan ditingkatkan menjadi 1,5 jam hingga 80 menit jika jalur ganda sudah beroperasi hingga Sukabumi,” pungkasnya. (*)