SUKABUMI – Hari ini, ribuan massa dari berbagai aktivis dan mahasiswa bakal menggelar aksi besar-besaran di Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia. Tapi untuk di Sukabumi sendiri, rencananya aksi massa akan digelar besok. Dalam aksinya, ada beberapa tuntutan yang akan disampaikan.
Wakil Ketua Forum Komunikasi Generasi Muda Nahdlatul Ulama (FKGM-NU) FKGM-NU Kota Sukabumi, Rizki Taupiq Hidayat yang juga akan ikut aksi pada Selasa nanti mengatakan, sebelum melakukan demonstrasi, ada beberapa hal yang harus disiapkan jika menjadi peserta demo.
“Hari Selasa adalah milik rakyat dan bakal menjadi hari yang sangat panjang. Jadi, semua hal hendaknya dipersiapkan matang-matang,” kata Rizki Kepada Radar Sukabumi Minggu, (10/4).
Lanjut Rizki, hindari sikap frontal. Tak jarang aksi unjuk rasa disertai dengan sikap dan ucapan frontal sehingga memicu sikap represif yang tidak diinginkan.
“Kita akan menyampaikan tuntutan dengan cara yang lantang wajar. Tidak boleh ada kata-kata yang menghina atau melecehkan siapapun,” pintanya.
Para pendemostran akan mewaspadai munculnya provokator yang akan mencoba mengacaukan jalannya aksi damai pada 12 April 2022 mendatang.
Untuk itu, akan membentuk tim khusus untuk mengantisipasi masuknya penyusup saat aksi demo nanti. “Tim khusus ini bertugas mengamati gerak gerik massa aksi dari berbagai macam kampus yang tergabung dalam aliansi ABSI, maupun OKP,” tegasnya.
Bila ditemukan adanya penyusup, tim khusus ini akan langsung mengamankannya dan menyerahkannya kepada aparat kepolisian. “Kami akan langsung mengamankannya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambah Rizki.
Masih kata Rizki, pada demo 12 April mendatang, setidaknya ada 1.000 mahasiswa dan masyarakat dari berbagai kampus dan OKP yang ada di Kota Sukabumi akan turun ke jalan. “Ada kemungkinan 1.000 lebih yang akan berujung rasa ke pemerintah daerah dan DPRD Kota Sukabumi,” ucapnya.
Rizki berharap, dari pihak keamanan tidak menghalang-halangi masayarat maupun mahasiswa yang akan berunjuk rasa. Karena hal ini sudah diatur di dalam Perundangan-undangan yang berlaku.
“Kita minta kerja samanya. Karna kita menyuarakan untuk kepentingan rakyat banyak, dan nasib generasi seterusnya. Saling menjaga dan saling mengayomi jalan yang terbaik untuk kita semua,” pungkasnya.
Pelajar Sukabumi Dilarang Ikut Demo
Dinas Pendidikan Jawa Barat mengeluarkan surat edaran untuk mencegah pelajar SMA dan SMK ikut demontrasi pada 11 April 2022 di Jakarta. Langkah ini dikeluarkan menyusul merebak ajakan provokatif di media sosial yang menyangkut kalangan pelajar.
Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat mengatakan, pihaknya bergerak cepat untuk mencegah pelajar mengikuti aksi demo besar-besaran yang rencananya akan digelar hari ini di Jakarta. Hal ini pun sesuai surat edaran dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
“Surat edaran itu sudah kita sebar jauh-jauh hari per tanggal 8 April kemarin setelah ramainya ajakan provokasi kepada kalangan pelajar khususnya SMK untuk mengikuti aksi demo di Jakarta,” tegas Kepala Cabang Dinas Wilayah V Provinsi Jawa Barat, Nonong Winarni kepada Radar Sukabumi.
Pihaknya pun sudah melakukan koordinasi dengan sekolah dan para orang tua untuk memastikan kehadiran para siswanya di sekolah.
Juga meningkatkan pengawasan siswanya baik pembelajaran secara tatap muka, maupun pembelajaran secara jarak jauh atau daring dengan memastikan guru atau wali kelas mengabsen kehaadiran dalam pembelajaran.
KCD Wilayah V Provinsi Jawa Barat juga selalu berkoordinasi dengan Satgas Pelajar untuk mendeteksi dini, manakala terdapat indikasi aktivitas siswa yang digerakkan oleh pihak tertentu untuk mengikuti aksi turun ke jalan. Begitupun dengan melibatkan pihak lain seperti kepolisian.
“Langkah-langkah deteksi dini sudah kita lakukan dan saya harapkan tidak ada yang berangkat dari Sukabumi. Lebih baik jika siswa banyak mendapat bimbingan terkait hal-hal positif di sekolah, misalnya meningkatkan pemahaman melalui berbagai kegiatan seperti diskusi, kajian atau aksi positif lainnya,” pungkasnya. ((cr1/wdy)






