JAKARTA — Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan kesan terhadap sosok Dipo Alam yang menemani perjalanan politiknya selama menjadi orang nomor satu di Indonesia.
SBY menceritakan sosok mantan Sekretaris Kabinetnya itu saat menghadiri peluncuran buku “Biografi Dipo Alam”, Senin (31/1). Kata SBY, Dipo Alam bisa memerankan diri sebagai mitra yang baik. Bahkan SBY mengakui selama dirinya menjabat Presiden, Dipo Alam tidak kehilangan identitas sebagai seorang aktivis. Artinya, Dipo Alam kerap melontarkan kritik secara langsung kepada SBY.
“Selama di kabinet, Pak Dipo Alam jiwa aktivismenya tidak pernah hilang, gelisah kalau ada hal-hal yang tidak benar, kritis tapi berisi kepada saya juga kritis. Meskipun disampaikan empat mata, menyampaikan hal yang tidak enak didengar supaya saya tidak keliru dalam mengambil keputusan,” demikian ungkapan SBY terkait sosok Dipo Alam.
SBY juga menyinggung bahwa dalam negara dengan alam demokrasi, sebuah kekuasaan pemerintah harus tetap dikontrol. Lebih detail, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu mengulas tentang bentuk kontrol kekuasaan adalah diterapkannya konsep trias politika.
Yakni memisahkan sebuah kekuasaan menjadi tiga bagian, yakni legislatif, eksekutif dan yudikatif.
“Siapa yang mengecek power, ada check and balances dalam trias politika. Checks and Balances antara negara dengan rakyat, pemimpin dengan yang dipimpin,” demikian ulasan SBY.






