BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Bencana Alam Kabupaten Sukabumi 2021, BPBD Catat 729 Kejadian

×

Bencana Alam Kabupaten Sukabumi 2021, BPBD Catat 729 Kejadian

Sebarkan artikel ini
Bencana-Alam-Sukabumi-2021

SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi merilis data kejadian bencana yang terjadi di Sukabumi selama 2021.

Selain itu, badan yang terkenal dengan warna oranye itu juga menampilkan data pada 2019 dan 2020 sebagai bahan perbandingan.

Bank bjb Tandamata

BPBD Kabupaten Sukabumi pun melakukan rekapitulasi data kejadian bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi terhitung sejak awal Januari sampai 30 November 2021.

Indikator data bencana tersebut yakni kebakaran, longsor, banjir, angin kencang, pergerakan tanah. Jika dibandingkan pada 2020 dan 2019, secara statistik menunjukkan tren peningkatan.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani kepada Radar Sukabumi mengatakan, dalam mengantisipasi terjadinya resiko bencana alam pada akhir tahun. pihaknya memberlakukan piket selama 24 jam.

Dia juga mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi untuk meningkatkan kewaspadaannya terkait potensi bencana alam.

Pasalnya, cuaca ekstrem masih membayangi kabupaten terluas se-Jawa dan Bali ini. Ragam ancaman bencana alam seperti banjir, longsor, pergerakan tanah hingga bencana angin puting beliung.

“Khususnya bagi rekan-rekan kita yang berada di kantor agar siap siaga selama 24 jam dalam menghadapi bencana alam pada akhir tahun ini,” kata Anita kepada Radar Sukabumi, Kamis (30/12).

Selain siaga personel, BPBD Kabupaten Sukabumi juga telah memaksimalkan seluruh relawan dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) yang bertugas di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi, untuk melakukan deteksi dini dalam meminimalisir terjadinya resiko bencana alam.

“Bukan hanya itu, kita juga siagakan alat berat, jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk melakukan evakuasi material longsor,” paparnya.

Lebih lanjut Anita menjelaskan, siap siaga personel BPBD Kabupaten Sukabumi sengaja dilakukan mengingat imbauan dan prediksi dari BMKG terkait potensi bencana alam akibat badai La Nina.

Terlebih lagi, pada akhir tahun ini, diprediksi akan mengalami kelonjakan dalam aktivitas penduduk pada perayaan Libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

“Jadi, badai La Nina itu masih tertap berlangsung hingga saat ini. Bahkan, prediksinya sampai beberapa bulan ke depan dan tentunya ini di Desember ini, berpotensi terjadi bencana alam,” tandasnya.

Apalagi, imbuh Anita, menjelang Tahun Baru 2022, masyarakat akan datang berbondong-bondong ke tempat sejumlah tempat wisata yang ada di Kabupaten Sukabumi.