Pemerintah Kota Sukabumi

Walikota Sukabumi Kokohkan Perekonomian Pesantren

×

Walikota Sukabumi Kokohkan Perekonomian Pesantren

Sebarkan artikel ini
Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi
Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi membuka acara pelatihan kewirausahaan ke perwakilan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) se-Kota Sukabumi, Senin (1/11).

CIKOLE— Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi menginginkan pondok pesantren yang ada di Kota Sukabumi semakin tumbuh dan berkembang dalam hal perekonomian umat.

Untuk itu, pemerintah menggelar kewirausahaan, pada lembaga keagamaan yang diikuti oleh perwakilan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) se-Kota Sukabumi, Senin (1/11).

Bank bjb Tandamata

“Dalam rangka mengkokohkan ekonomi umat, Pondok Pesantren harus tampil terdepan. Pondok Pesantren harus menjadi ikon peradaban ekonomi umat,” ujar Walikota Sukabumi Achmad Fahmi.

Lanjutnya, Pemerintah Kota Sukabumi juga saat ini juga memiliki 3 program bagi koperasi yang ada di Kota Sukabumi, termasuk juga kopontren se-Kota Sukabumi. Melalui Re-Orientasi, Rehabilitasi serta konsep pengembangan, diharapkan kopontren-kopontren yang ada bisa tumbuh, dan menjadi penguat ekonomi umat disaat situasi pandemi saat ini.

“Nanti akan diperdalam lagi oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, terkait 3 program bagi koperasi tersebut,” ujarnya kepada awak media usai membuka acara pelatihan tersebut.

Masih menurut Fahmi, koperasi harus adaftif dan harus mengikuti perkembangan teknologi yang terjadi saat ini. Bahkan pada tahun 2022 mendatang, Kota Sukabumi termasuk salah satu kota yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk digitalisasi dalam transaksi perekonomian.

Nantinya, disetiap gerai pada pusat perbelanjaan yang ada di Kota Sukabumi, harus sudah melakukan transaksi non tunai.

“Termasuk pengelolaan koperasi juga tidak bisa secara manual lagi. Mulai saat ini, harus dengan cara digitalisasi, sehingga bisa terus bertumbuh,” paparnya.

Fahmi menambahkan, saat ini Pemerintah Kota Sukabumi untuk mendukung pertumbuhan koperasi, sudah sejak lama mengambil kebijakan untuk tidak lagi memberikan izin baru kepada super market, mini market dan juga koperasi baru.

“Jangan hanya slogan saja, kota santri, Kota Sukabumi harus bisa jadi rujukan kepada kota lain, dengan menjadi pusat peradaban ekonomi syariah yang bertumbuh pesat,” pungkasnya. (bal)