SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Warga Kecamatan Cikembar, dihantui rasa khawatir dengan maraknya aksi kejahatan. Seperti begal dan kawanan geng motor yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Kini masyarakat meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap para pelaku kejahatan yang kerap membuat onar di wilayah tersebut.
Kecemasan warga mulai menjadi, pasca kejadian dua remaja asal Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar yang menjadi korban keberingasan kawanang geng motor hingga salah satu remaja tersebut kini masih terkapar di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, untuk menjalani operasi. Lantaran, hampir seluruh badannya telah mengalami luka akibat sayatan benda tajam.
Bukan hanya itu, warga juga merasa khawatir pasca kejadian buruh pabrik PT Kino Cikembar yang menjadi korban pembegalan di ruas Jalan Raya Panggelesaran – Cibatu, tepatnya di Kampung Babakan, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar hingga mengalami luka di bagian lutut akibat terjatuh di jalan raya, setelah disalip dan ditendang oleh empat pelaku begal dengan menggunakan dua sepeda motor. Bukan hanya itu, saat korban terjatuh pun para pelaku ini nekad mengancam korban dengan mengacungkan senjata tajam berupa sebilah golok ke hadapan korban
Ketua DPC Garis Cikembar, Rudy Haryadi mengatakan, kawanang geng motor itu, selain membuat resah warga Kecamatan Cikembar, juga dalam aktivitasnya telah menelan korban. Bahkan, kini korban kebringasan kawanan geng motor tersebut, kondisinya masih koma di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.
“Kami dari Ormas Garis bersama masyarakat Kecamatan Cikembar meminta kepada pihak terkait, khususnya kepada pihak keamanan agar pihak kepolisian agar segera menangkap para pelaku kawanan geng motor yang kerap membuat onar ini. Iya, dalam aktivitasnya mreka kerap mengincar mangsanya di sejumlah jalan raya yang berada di wilayah Kecamatan Cikembar,” kata Rudy kepada Radar Sukabumi, Selasa (09/02/2021).
Penangkapan para pelaku onar di jalan raya ini, sambung Rudy, harus segara disikapi secara benar oleh pihak kepolian. Hal ini, harus dilakukan untuk menciptakan keamanan dan keteriban masyarakat secara umum. “Iya, harus segera ditangkap para pelaku pembuat onar ini, untuk meyakinkan kepada mayarkat agar tidak merasa was-was supaya masyarakat juga merasa nyamanan,” bebernya.
Ketika kawanan geng motor keluar di malam hari, uajr Rudy, mereka kerap mengincar mangsa yang berada di jalan raya. Tak tanggung-tanggu mereka kerap menyerang membabi buta dengan menggunakan senjata tajam kepada warga tanpa sebab dan alasan yang jelas. “Untuk itu, saya meminta kepada pihak kepolisian untuk dapat berupaya menciptakan sitauasi aman,” imbuhnya.
Saat ini, ia bersama warga lainnya akan menghargai terlebih dahulu tindakan dan upaya kinerja pihak kepolisian yang saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih dalam soal kasus pengeroyokan kawanan geng motor tersebut. Meski demikian, dirinya akan terus mengawal sampai sejauh mana pihak kepolisian menangani dan menyikapi persoalan secara serius. “Iya, tindak pidana kejahatan seperti ini harus disikapi secara serius. Karena, wilayah Kecamatan Cikembar pada waktu sekarang ini banyak kejahatan pembegalan dan kawanan geng motor. Iya, yang lebih mirisnya itu korbannya ini merupakan orang tidak berdosa,” paparnya.
Hal serupa dikatakan, Ketua PP Ranting Desa Bojongraharja, Mukhlis Kumiadi menjelaskan, seluruh anggota ormas PP yang ada di Kecamatan Cikembar merasa gerah dengan sikap kawanan geng motor. Karena keberadannya kerap membuat onar dan membuat keresahan masyarakat. “Selain itu, dalam aktivitasnya mereka telah memakan korban. Salah satunya saudara saya atas nama Dendi Nugraga kini masih terkapar karena ulah mereka. Iya, saudara saya masih di bawah umur sekarang kondisinya masih koma akibat ulah kawanan geng motor itu dan butuh biaya tidak sedikit juga untuk operasinya,” katanya.
Sebab itu, untuk semantara waktu ormas PP akan akan mengawal terlebih dahulu pelaksanaan penyelidikan pihak kepolisian untuk membutur para pelaku kawanan geng motor yang telah menganiaya sepupunya ini. “Iya, semoga saja polisi dapat segera menangkap para pelakunya. Karena kejadian seperti ini bukan hanya pertama kali ini saja mereka membuat resah dan ulahnya telah memakan korban,” bebernya.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Rizka Fadhila mengatakan, pihaknya membenarkan bahwa baru-baru ini di wilayah Kecamatan Cikembar telah terjadi tindak pidana pengeroyokan yang dilakukan kawanan geng motor dan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) atau pembegelan terhadap salah satu buruh pabrik PT Kino. “Saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku baik para pelaku pembegalan maupun pelaku pengeroyokan yang dilakukan kawanan geng motor itu,” kata Rizka kepada Radar Sukabumi.
Pihaknya mengaku sudah mengintruksikan sejumlah anggotanya untuk mencari identitas para pelaku serta mencari keterangan dari korban serta sejumlah saksi. Menurutnya, pelaku pembegalan yang terjadi di ruas Jalan Raya Panggelesaran – Cibatu, tepatnya di Kampung Babakan, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, diduga pelakunya empat orang. Sementara, untuk kawanan geng motor diduga pelakukan 20 sampai 25 orang. Lantaran, saat menjalankan aksi kejahatannya mereka menggunakan sepeda motor sekitar 10 motor.
“Iya, di Cikembar ini bukan hanya kawanan geng motor, tetapi juga terjadi pembegalan. Intinya masyarakat tentu harus berhati-hati dan kalau misalkan terjadi hal yang mencurigakan. Maka secepat mungkin masyarakat mendatangi kantor pelayanan atau kantor polisi terdekat. Upaya pihak kepolsiaan sendiri, saat ini sedang meningkatkan jumlah patroli dan ring serse di daerah-daerah yang rawan tindak pidana, khususnya di wilayah Kecamatan Cikembar,” pungkasnya. (Den/rs)






