RADARSUKABUMI.com – Pemerintah Desa Gegerbitung (Gerbi), Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi meluncurkan kampung tangguh untuk percontohan bagi kampung lainnya. Program kampung tangguh ini, diluncurkan selaras dengan instruksi dari Polri bahwa kampung tangguh itu harus memiliki kriteria misalnya saja, dari segi kesehatan, keamanan, ketahanan pangan dan lainnya.
Bambang Suryana, Gegerbitung
Kepala Desa Gegerbitung, Dedi Saefulrohman mengatakan, Pemdes memilik Kampung Bongas menjadi kampung tangguh sebagai pilot projek kampung percontohan bagi kampung-kampung lainnya. “Ini selaras dengan instruksi dari Polri bahwa kampung tangguh itu harus memiliki kriteria.
Baik dari ketahanan pangan, kesehatan, keamanan, para ulamanya. Bahkan keseniaan dan para pengrajin pun semua ada di sini, saling berbaur sebagai wahana koordinasi dari berbagai segi baik dari pengembangan ekonomi realnya, para ulama dan umaro juga lainnya,” kata Dedi Saefulrohman kepada Radar Sukabumi, Jumat (25/6).
Terbentuknya kampung tangguh ini, lanjut Dedi, untuk mendorong dan mendongkrak kampung lainnya bersinergi lebih baik baik dalam kemanan, kesehatan, ketahanan pangan maupun hal lainnya.
“Kampung percontohan ini sebagai edukasi bagi kampung-kampung yang lain. Mudah-mudahan, dengan adanya kampung percontohan ini menjadikan motivasi bagi kampung lain. Selain itu, kampung tangguh ini rencananya akan dilombakan dari mulai tingkat Polres, Polda bahkan ketingkat nasional,” ucap pria ramah ini.
Lanjut Dedi, selain itu kampung tangguh ini bakal menjadikan lingkungan di wilayah lebih cinta kebersihan, aman dari tindakan kriminal serta membuat hubungan antar warga saling peduli. “Karena banyak manfaat dari ada program ini terutama dari sisi kebersihan, lingkungan jadi asri, bersih, aman dan sehat,” cetusnya.
Guna mengsukseskan program ini, Dedi meminta, semua elemen bisa bekerjasama dengan baik dengan pemerintah sehingga pembangunan yang ada di daerah semakin berkembang.
“Karena tanpa danya dorongan dari semua unsur khususnya warga dan pemerintah maka pembangunan apapun akan sulit terwujud. Karena itu butuhnya saling mendorong satu sama lain,” pungkasnya. (*)






