BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Gempa Sukabumi Dipicu Sesar Aktif

×

Gempa Sukabumi Dipicu Sesar Aktif

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono menuliskan analisis singkat terkait gempa yang terjadi di Sukabumi.

Menurut hasil analisis menunjukkan, gempa ini diakibatkan oleh aktivitas slip atau pergeseran blok batuan kulit bumi secara tiba-tiba. Dari bentuk gelombang gempanya (waveform), tampak jelas adanya gelombang gesernya (shear) cukup nyata dan kuat.

Bank bjb Tandamata

“Selisih waktu tiba catatan gelombang P (pressure) dan S (shear) hanya 6 detik, yang menunjukkan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa lokal (local earthquake). Gempa semacam ini biasa dikenal sebagai gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas sesar aktif,” beber Rahmat.

Ia menambahkan, titik episenter gempa ini terletak pada koordinat 6,81 LS dan 106,66 BT tepatnya di darat berlokasi di wilayah Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip fault). “Berdasarkan kondisi geologi dan tataan tektonik di wilayah Jawa Barat, bagian selatan ada dugaan bahwa sesar ini memiliki pergeseran ke kiri (left lateral),” tambahnya.

Dengan melihat peta zonasi sumber gempa di wilayah Jawa Barat, tampak bahwa lokasi episenter, gempa ini berada di zona Sesar Citarik. Zona sumber gempa sesar aktif ini berada di sebelah barat Sesar Cimandiri. Akan tetapi, berada di sebelah timur zona sumber gempa Kluster Bogor yang aktif memicu rentetan gempa swarm yang berpusat di Kecamatan Nanggung, Bogor pada bulan Agustus 2019.

Sedangkan catatan sejarah gempa di wilayah ini, menunjukkan bahwa pada tahun 1900 di wilayah Cisaat dan Gandasoli Sukabumi pernah dilanda gempa kuat dan merusak. Gempa saat itu selain merusak permukiman, juga merusak Stasiun Cisaat dan Gandasoli Sukabumi. Selanjutnya di wilayah ini kembali terjadi gempa kuat dan merusak yang populer dengan nama Gempa Gandasoli pada tahun 1982.

“Gempa Sukabumi kemarin (Selasa. red) merupakan gempa dengan magnitudo paling kuat yang bersumber dari sesar aktif di daratan Jawa Barat sejak 19 tahun terakhir. Berdasarkan catatan katalog gempa, tampak bahwa gempa kuat dengan pusat di darat terakhir yang terjadi di Jawa Barat berkekuatan M=5,1 terjadi di Ciamis-Kuningan pada 13 Januari 2001,” lanjut Rahmat.

Selain itu, hasil analisis peta tingkat guncangan gempa (shake map) yang dipublikasikan oleh BMKG sesaat setelah gempa, menunjukkan bahwa di zona pusat gempa dan sekitarnya menunjukkan warna kuning yang artinya dampak gempa mencapai skala intensitas VI MMI.