Dana Bantuan Pembangunan Terus Meningkat

Ahmad Heryawan

Ahmad Heryawan

KEPEDULIAN dan keberpihakan Pemerintah Provinsi (pemprov) Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan terhadap pertanian bukan tahun ini saja dilakukan. Aher juga sangat respon dengan keluhan para petani. Misalnya, soal ancaman kekeringan atau kesulitan air, pembangunan sarana jalan dan kurangnya tenaga penyuluh pertanian. Dalam sebuah sesi tanya jawab dengan petani September 2011 lalu, para petani mengungkapkan beebrapa pertanyaan usai Panen Raya di Dusun Sawah Baru, Desa Ciasemhilir Ciasem Subang, Senin 26/9/2011.

Acara ini merupakan bagian Silaturahim Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan sekaligus menyerahkan bantuan sosial Gubernur Jawa Barat tahun anggaran 2011 Masyarakat Pertanian di se-Jawa Barat.Bantuan Gubernur yang diturunkan sebesar Rp 40 milyar dalam Tahun Anggaran (TA) 2011 kepada 25 Kabupaten/Kota Jawa Barat yang disampaikan dalam bentuk: Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT), Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), Rumah Lindung (green house), Coolbox untuk strobery, Alat Mesin Pertanian (alsintan) Pasca Panen dan Alsintan pra panen. Nilai bantuan meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya Rp14 milyar.

Panen Perdana secara simbolis dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat dengan didampingi oleh Plt. Bupati Subang, Wakil Ketua DPRD Subang Agus Masykur, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jabar, DR. Ir. H. Endang Suhendar, MS. dan Kepala BB POPT, Ir. Sarsito Wahono Gaib Subroto, MM mewakili Dirjen Tanaman Pangan.Pada kesempatan tersebut Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan menyampaikan bahwa ketersediaan kondisi irigasi yang baik, ketersediaan pupuk dan keberadaan PPL menjadi pusat perhatian pembahasan rapat kerja Mentri Koordinator dengan para mentri terkait. Untuk irigasi, ‘kan ada irigasi primer, irigasi propinsi. Menurutnya, dana untuk irigasi setiap tahun meningkat. Untuk tahun 2010 irigasi propinsi, kata Heryawan, hanya puluhan milyar. Pada 2011 meningkat menjadi Rp128 milyar. “Nanti mudah-mudahan pada waktu selanjutnya akan naik dan berharap ada imbasnya pada kabupaten/kota. Mungkin karena ini program nasional, maka akan dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan irigasi. Ini sudah menjadi pembicaraan dengan mentri koordinasi bersama mentri-mentri terkait,” kata Heryawan menjelaskan.

Kontribusi Jawa Barat, kata Heryawan, dalam penyediaan beras sebasar 18, 5 persen dari produksi nasional. Guna mempertahankan peran tersebut pemerintah akan mendukungnya dengan sarana menjaga kondisi irigasi, penyediaan bibit unggul, sarana pertanian dan ketersediaan pupuk. Khususnya masalah pupuk bagi petani, pemerintah mengharapkan petani mampu mendayagunakan pupuk organik dan mendayagunakan sampah-sampah pertanian seoptimal mungkin. Kepada para petani, Heryawan mengingatkan supaya megikuti jejak yang diajarkan oleh orang-orang tua yaitu menyediakan leuit (lumbung padi) sehingga ketersediaan beras khususnya di desa tetap terjaga. “Kalau dulu orang-orang tua kita hampir tidak tahu harga beras. Karena tersedia dalam lumbung padi,” papar Heryawan. Sejalan dengan itu pula pemerintah berupaya meningkatkan daya beli petani supaya lebih sejahtera.(adv)

Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=41421

Posted by on 19 Des 2012. Filed under PEMPROP JABAR. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

Photo Gallery

Jump To Top
Copyright © 2009 PT. Jawa Pos National Network. All Rights Reserved.