Bulan Ramadan Bulan Kesabaran

Iyan Mahfudin
Iyan Mahfudin Pengurus Ponpes Sunanul Huda, Cikaroya, Cisaat

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur kita persembahkan ke hadirat Allah Swt yang telah mencurahkan berbagai nikmat-Nya kepada seluruh alam. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Besar Muhammad Saw beserta keluarga, shahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana kita maklumi bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diwajibkannya umat Islam menjalankan ibadah puasa yang merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima.

Salah satu pelajaran penting yang bisa petik pada puasa di bulan Ramadan, adalah bahwa puasa merupakan latihan untuk bersabar. Puasa melatih umma Isalam untuk bersabar dalam menajalankan perintah Allah SWT. Bersabar menjauhi dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT dan bersabar menerima pemberian Allah SWT.

Bisa dilihat dan diperhatikan orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadan, mereka begitu bersabar menjalankan perintah Allah SWT, meski harus menerima penderitaan, tetapi karenanya mereka bersabar dari segala hal yang dilarang oleh Allah SWT.

Meski sangat menggoda dan menggiurkan, mereka juga bersabar menerima ketentuan Allah SWT, menikmati rizki, hanya dalam dua waktu dalam satu hari semalam, tidak seperti dibulan-bulan yang lainnya.

Para ulama banyak menyebutkan, bahwa sabar itu telah mendorong jiwa untuk ridho menerima ketentuan Allah SWT, berupa hukum dan qodho maupun kejadian diluar kendali manusia dan mendorong jiwa untuk terikat dengan Islam dan meleburkan diri di dalam Islam.

Untuk itu, puasa ini merupakan latihan bersabar agar kaum muslimin terbiasa menderita di jalan Allah dan puasa ini juga latihan bersabar bagi kaum muslimin siap menerima perintah dan menderita yang lebih besar lagi.

Apabila, kaum muslimin tidak bisa bersabar menerima perintah berpuasa, dan bisa bersabar menahan lapar dan dahaga, maka bagaimana mungkin, mereka akan mampu bersabar menerima perintah yang lebih jauh dari ibadah puasa.

Syekh Muhammad Ali Al- Shabuni, ketika menjelasan hikam di syariatkannya bahwa ibadah puasa di bulan Ramadan itu, bahwa dengan berpuasa di bulan ramadan itu, beliau berkata bahwa dengan berpuasa di bulan ramadan, kaum muslimin dibiasakan untuk menderita dan dibiasakan agar mereka siap menerima penderitaan yang lebih besar.

Artinya penderitaan yang lebih besar ini, adalah penderitaan dari sisi positif di umat Islam agar menjadi motivasi untuk meningkatkan taqarrub kepada Allah SWT.

Makanya harus bersabar dalam menghadapi puasa ini, dari godaan-godaan dari sekitar kita. Mudah-mudahan amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang bersabar.

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.