“Lonjakan harga biasa terjadi sepekan jelang Idul Fitri, makanya kami bakal gelar OPM untuk menekan harga. Selain itu juga untuk menyiapkan kebutuhan pokok bagi masyarakat dengan harga yang disubsidi pemerintah,” tuturnya.
Namun demikian, seluruh unit pasar yamg ada di Kabupaten Sukabumi disiagakan untuk terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok dan komuditas di setiap pasarnya. “Satgas Pangan dan setiap unit pasar selalu monitor harga, itu dilakukan agar tidak ada pedagang yang semena-mena menaikan harga di pasar,” tutupnya.
Sementara itu, Aep Saepudin (57), warga sekitar kantor DKPUKM mengapresiasi rencana DKPUKM yang akan menggelar bazar Ramadan. Sebab menurutnya, kebutuhan pokok dibulan puasa sering mengalami lonjakan harga. Dengan begitu, masyarakat dapat terbantu hadirnya bazar Ramadan.
“Bagus, tapi kalau bisa jangan hanya dua hari saja. Jelas masyarakat bakal sangat terbantu karena harganya beda dengan pasaran, apalagi masyarakat kalangan bawah,” tukasnya.
Belum lama ini, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menegaskan kepada DPKUKM supaya tidak hanya menggelar bazar disaat bulan Ramadan saja. Bila perlu, bazar digelar setiap bulan atau diluar bulan puasa.
Selain itu, Marwan pun meminta kepala perangkat daerah untuk memantau harga barang agar jangan sampai melambung tinggi dan menekan angka inflasi.





