Gerakan Anak Negeri, Sensasi 22 Jam Surabaya – Lombok

Redaktur Pelaksana Radar Sukabumi, Nurpalah
Redaktur Pelaksana Radar Sukabumi, Nurpalah

SUKABUMI – Setelah melewati perjalanan panjang dari Bogor menuju Surabaya, tim ekspedisi Gerakan Anak Negeri Radar Bogor Grup (RBG) akhirnya tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Kelurahan Perak Timur, Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Di pelabuhan yang berdiri di luas lahan sekitar 1574 hektare ini, tim berangkat menuju Lombok dengan menggunakan kapal KM.Kirana VII.

Bacaan Lainnya

“Estimasi waktu tempuh menggunakan kapal Feri ini, sekitar 22 jam perjalanan. Sebelumnya, kami juga sudah menghabiskan waktu kurang lebih 12 jam dari Bogor ke Surabaya,” ujar Redaktur Pelaksana Radar Sukabumi, Nurpalah yang ikut langsung dalam ekspedisi road to Mandalika mewakili Radar Sukabumi, Rabu (16/3).

Suasana di Pelabuhan Tanjung Perak sendiri, nampak begitu riuh. Bahkan, informasi yang berhasil dihimpun, tiket kapal feri ini sudah habis terjual jauh hari. Para wisatawan yang menggunakan kapal feri ini kebanyakan pergi untuk menyaksikan Moto GP Mandalika.

Artinya Moto GP Mandalika ini benar- benar sangat menyedot perhatian masyarakat domestik.

Wisatawan domestik yang menumpangi kapal KM.Kirana VII dari berbagai wilayah, Bogor, Makasar, Jakarta dan lainnya. Bahkan ada yang melakukan touring dengan sepeda motor.

Kapal KM Kirana VII ini sangat luar biasa, Para penumpang kapal tidak hanya sekadar mendapat pengalaman menyeberang. Tapi mereka juga bisa menikmati tujuh pemandangan mempesona yang akan memanjakan mata dan perasaan penumpang selama menaiki kapal mewah ini.

Saat berlayar penumpang bisa menyaksikan Patung Jalesveva Jayamahe. Yaitu patung monumen kebanggaan TNI Angkatan Laut di Armada Timur Ujung, Kecamatan Semampir Kota Surabaya.

Pemandangan kedua yang akan dilalui, Jembatan Suramadu. Jembatan ini menghubungkan Surabaya dan Madura sepanjang 5,4 kilometer di Selat Madura. Momen berlayar dengan Kirana VII ini juga bisa dimanfaatkan berswafoto berlatar jembatan Suramadu.

Pemandangan selanjutnya adalah PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur yang bisa dilihat dari dek kapal. Lalu ada juga pemandangan eksotis yang bisa dijumpai dalam perjalanan menuju Lembar berupa gerombolan hiu tutul di Pantai Pasir Putih.

Penumpang KM Kirana VII juga akan sangat leluasa menikmati keberadaan predator laut ini dari lambung kapal. Selanjutnya pemandangan Gunung Baluran / Ijen yang terletak antara Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.

Memasuki perairan Bali, lumba-lumba di Pantai Lovina Singaraja akan menyambut kapal ini. Daya tarik utama dari pantai Lovina bukan pada pantainya, melainkan pada aktivitas melihat lumba-lumba di tengah laut.

Kawasan objek wisata Lovina sangat terkenal dengan pertunjukkan lumba–lumba liar di tengah laut. Di pantai ini terdapat ratusan lumba-lumba. Perjalanan ke tengah laut di perairan Lovina sangat disukai wisatawan. Karena perairan laut yang relatif tenang, sehingga dapat dilewati dengan nyaman. (bal/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *