ARTIKELUniversitas Muhammadiyah Sukabumi

TikTok Shop vs Pedagang Konvensional

×

TikTok Shop vs Pedagang Konvensional

Sebarkan artikel ini
Leonita Siwiyanti
Leonita Siwiyanti, Dosen Program Studi Manajemen Retail Fakultas Ekonomi - Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Strategi UMKM Menghadapi Persaingan TikTok Shop

Bank bjb Tandamata

Sebenarnya, UMKM dapat melakukan beberapa hal bersama pemerintah untuk terus mempertahankan dan meningkatkan penjualan barang mereka.

Pertama dan terpenting, UMKM yang menggunakan TikTok untuk penjualan langsung harus berkonsentrasi pada meningkatkan kualitas produk mereka.

Ini akan meningkatkan persaingan mereka, terutama jika TikTok mengembangkan barang dagangan mereka sendiri. Memahami preferensi konsumen dan membuat produk yang unik adalah kuncinya.

Kedua, UMKM dapat terus memanfaatkan live streaming TikTok untuk membangun hubungan emosional dengan konsumen dan memberikan informasi kepada pasar. Hal ini dapat menjadi alat yang kuat untuk berhubungan dengan audiens dan mempromosikan produk dengan lebih baik.

Ketiga, pemerintah harus membuat regulasi yang jelas untuk perdagangan online, terutama yang berkaitan dengan impor barang. Regulasi yang memadai akan melindungi UMKM dan memberi mereka peluang yang lebih baik untuk bersaing secara adil di pasar digital. Regulasi ini harus mencakup pengawasan impor barang, penerapan persyaratan komponen lokal, dan menjaga ketahanan ekonomi UMKM.

Keempat, UMKM dan pembeli harus berhati-hati terhadap barang palsu yang dijual di toko TikTok. Mereka harus memeriksa produk dan penjual dengan cermat sebelum membeli apa pun.

Kelima, UMKM dapat mencari kesempatan untuk bekerja sama dengan penjual di TikTok atau platform serupa daripada hanya bersaing; kerja sama ini dapat membantu meningkatkan jangkauan dan visibilitas produk mereka.

Keenam, UMKM harus terus memantau perkembangan di TikTok dan platform serupa. Strategi penjualan dan pemasaran mereka dapat dipengaruhi oleh perubahan kebijakan atau fitur baru.

Peluang utama termasuk kemampuan UMKM untuk mencapai pelanggan dengan biaya rendah melalui live streaming di TikTok dan fitur TikTok Shop yang memungkinkan pengguna membeli produk secara langsung. Namun, ada kekhawatiran tentang keaslian produk yang dijual di toko.

Dengan situasi ini, UMKM harus berkonsentrasi pada pengembangan produk berkualitas tinggi, memanfaatkan live streaming dengan baik, berhati-hati terhadap barang palsu, dan memantau perkembangan TikTok dan peraturan yang mungkin diterapkan di masa depan.

Bisnis kecil dan menengah (UMKM) dapat menggunakan kolaborasi dan kemitraan sebagai strategi untuk bersaing dengan lebih baik di platform seperti TikTok. Kita harus yakin para pedagang konvensional bisa bertahan menghadapi gempuran media sosial. Pada saat pandemi pun UMKM bisa bertahan dengan mengikuti kondisi zaman. ***