Oleh: Leonita Siwiyanti
Dosen Program Studi Manajemen Retail
Fakultas Ekonomi – Universitas Muhammadiyah Sukabumi
TikTok dikenal sebagai media sosial yang sangat diminati masyarakat. Jumlah pengguna TikTok global meningkat 5,7% dari tahun 2022. Pada Juli 2023, Amerika Serikat masih memiliki jumlah pengguna TikTok terbanyak di seluruh dunia, dengan 122,05 juta. Meskipun demikian, Indonesia tetap berada di posisi kedua dengan 99,79 juta pengguna, turun 11,7% dari kuartal sebelumnya.
TikTok memiliki pengaruh yang signifikan pada masyarakat, terutama di Indonesia, karena tim kreatifnya yang luar biasa. TikTok menghasilkan banyak konten kreator dari berbagai latar belakang yang membahas berbagai masalah, termasuk masalah sosial, masalah sehari-hari, dan masalah yang sedang viral.
Booming TikTok Shop dan Konflik dengan Pedagang Konvensional
Beberapa bulan terakhir pemberitaan tentang TikTok Shop semakin sering kita dengar. TikTok Shop memang booming sebagai sosial commerce di era digital marketing. Bahkan perseteruan antara TikTok Shop dengan pedagang konvensional semakin panas.
Kemudian muncullah peraturan baru yang merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 50 Tahun 2020 yang berisi tentang aturan yang melarang platform social commerce memfasilitasi transaksi perdagangan.
Pemerintah juga akan membedakan secara tegas platform e-commerce dan sosial media dalam revisi permendag tersebut. Kata Zulkifli Hasan, “Tidak ada sosial media, ini tidak ada kaitannya, jadi dia harus dipisah. Karena algoritmanya itu tidak semua dikuasai, dan ini mencegah penggunaan data pribadi, apa lagi untuk kepentingan bisnis.”
Setelah perubahan peraturan tersebut, akhirnya di tanggal 4 Oktober 2023 pukul 17.00 WIB, TikTok Shop resmi ditutup oleh pemerintah. Keranjang kuning yang sudah familiar bagi para konsumen akhirnya menghilang di TikTok.
Meskipun demikian, Shou Zi Chew, CEO TikTok, menyatakan bahwa TikTok Shop memungkinkan produk UMKM Indonesia untuk dapat dijual baik di dalam maupun di luar negeri dengan bantuan platformnya. TikTok ingin terus berkembang dan berinvestasi di Indonesia. Dia menambahkan bahwa Indonesia adalah salah satu pasar terpenting di dunia dan salah satu pasar terpenting di Asia Tenggara.
Selain itu, TikTok Shop sebenarnya juga menguntungkan banyak usaha kecil dan menengah (UMKM), karena memungkinkan mereka berkolaborasi untuk mempromosikan dan memasarkan produk agar memiliki jangkauan pengguna yang lebih luas. TikTok Shop menawarkan pelanggan lebih banyak pilihan jenis barang, kualitas, harga, dan promo yang terus meningkatkan penjualan.
Dampak Penutupan TikTok Shop terhadap UMKM dan Ekonomi Digital Indonesia
Apakah perkembangan ekonomi digital Indonesia dan usaha kecil dan menengah (UMKM) akan dipengaruhi oleh penutupan TikTok Shop?
Pelarangan TikTok Shop bagi UMKM akan menghalangi pertumbuhan UMKM. Hal ini disebabkan banyaknya bisnis kecil dan menengah yang sangat bergantung pada fitur itu. Bagi pedagang akan mengalami kesulitan menemukan platform e-commerce yang lebih baik. Sebab, dengan beralih ke platform penjualan lain, mereka pasti akan mengalami kerugian di pasar.
Ketika TikTok Shop dilarang, pelaku UMKM yang sebelumnya berjualan di platform ini akan kehilangan akses ke pasar luas, karena sebelumnya mereka dapat menjangkau banyak orang melalui fitur For Your Page (FYP). Akibatnya, mereka harus memulai lagi dengan strategi pemasaran dan mencari pasar baru di platform penjualan lain.
Hal ini jelas memunculkan masalah baru, karena platform lain jelas memiliki perbedaan, masalah, perspektif, dan faktor lainnya. Pangsa pasarnya juga berubah dan belum tentu ada fitur yang sama untuk memanjakan UMKM seperti FYP yang membutuhkan pengawasan dan regulasi pemerintah. Dengan ditutupnya TikTok Shop, maka pemerintah tidak boleh lepas tangan begitu saja.
Pemerintah harus tetap turun tangan melakukan pengawasan dan membuat regulasi yang bermanfaat bagi semua pihak. Pemerintah harus memastikan bahwa bisnis di platform tersebut dapat beroperasi secara etis dan sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku ke depannya. Kehadiran TikTok Shop harus diakui dapat mendorong pertumbuhan UMKM kecil dan meningkatkan ekonomi negara.
Bagaimana TikTok Shop bisa menarik perhatian pengguna?
TikTok Feature For You Page (FYP) sangat inovatif, memungkinkan penggunanya menemukan konten dan produk dengan cepat. Fitur ini memungkinkan konten yang ditampilkan disesuaikan dengan minat pengguna melalui algoritma yang cerdas.
Ini membuat pengalaman berbelanja lebih personal. FYP tidak hanya menampilkan konten atau barang yang diharapkan pengguna, tetapi juga menyarankan harga produk terbaik.
TikTok Shop sering menawarkan barang dengan harga kompetitif yang dapat menarik pelanggan saat mencari harga terbaik. Selain itu, TikTok Shop juga ramah pengguna. TikTok Shop memiliki desain yang mudah digunakan dan proses pembayaran yang cepat, serta pengalaman berbelanja yang menyenangkan dan interaktif. Semua itu sangat menarik pelanggan untuk berbelanja di sana.
Argumen Mendukung dan Melawan Pelarangan TikTok Shop
Alasan yang mendukung pelarangan TikTok Shop adalah persaingan tidak sehat. Salah satu hipotesisnya bahwa mereka menggunakan strategi predatory pricing untuk menjual barang dengan harga yang sangat murah. Sudah jelas bahwa ini akan berdampak negatif pada bisnis UMKM lain yang tidak dapat bersaing dengan harga di TikTok Shop, terutama mereka yang masih menjalankan bisnis secara tradisional.
Jika suatu perusahaan mencoba menurunkan harga jualnya secara drastis, mereka pasti akan mengorbankan hal lain. Dalam hal ini, kualitas produk atau layanan akan dikorbankan. Penjual yang memiliki harga jual yang sangat murah pasti tidak akan bisa menjual produk berkualitas tinggi dan pasti tidak dapat menutup modal.
Selain itu, aplikasi TikTok mengumpulkan data pribadi dan tidak aman. Tidak adanya perlindungan keamanan data dapat memengaruhi kepercayaan pelanggan dan menghalangi pertumbuhan bisnis di platform itu sendiri.
Perjanjian Texas mengharuskan TikTok mengikuti kebijakan Amerika, seperti membangun server di Amerika, mempekerjakan warga negara Amerika, dan memilih pengawas. Di sisi lain, TikTok Shop dilarang karena mendorong pertumbuhan UMKM.
TikTok Shop telah membantu banyak UMKM mendapatkan visibilitas dan meningkatkan penjualan mereka. Platform ini membantu banyak pelaku UMKM menghasilkan lebih banyak uang daripada hanya menarik pelanggan baru.
Masalah baru yang muncul sebagai akibat dari penutupan TikTok Shop adalah banyak bisnis kecil dan menengah (UMKM) akan kehilangan pasar, daya beli mereka akan menurun, dan pertumbuhan ekonomi akan terhambat. Inovasi dalam perdagangan online ditunjukkan oleh toko digital TikTok.
Melarangnya dapat menghambat pertumbuhan perdagangan online dan e-commerce di Indonesia.
TikTok Shop memungkinkan pelanggan melihat produk yang dicari dalam aksi dengan fokus pada konten video. Selain itu, gaya pemasaran yang inovatif dan kreatif lebih menyenangkan. Pengguna melihat demonstrasi produk yang dijual secara langsung sambil meminta informasi tentang produk tersebut.
Semua ini dapat meningkatkan keyakinan user untuk membelinya segera. Sistem pembayaran yang dapat diakses kapan saja sangat memudahkan pengguna. Kita dapat membeli barang hanya melalui gadget tanpa harus melakukan perjalanan langsung ke toko.
Saya sangat menyesali keputusan penutupan TikTok Shop. Seharusnya biarkan saja TikTok Shop tetap berjalan. Karena adanya Tikok Shop atau tidak, sewajarnya para pedagang harus terus mengikuti perkembangan zaman.
Pada era revolusi 5.0, perdagangan bukan hanya melalui e-commerce, tetapi sudah masuk ke komunitas dengan adanya sosial commerce. Perubahan itu harus diikuti oleh seluruh pedagang atau UMKM jika mau tetap bertahan.
Pemerintah seharusnya menerapkan peraturan dan pengawasan yang lebih ketat terkait pelanggaran TikTok Shop. Pengaturan dapat memastikan bahwa perusahaan yang beroperasi di platform tersebut bertindak secara etis dan mematuhi undang-undang yang berlaku.
Pengawasan yang efektif dan regulasi yang adil dapat menjadi kunci untuk menjamin pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. TikTok Shop sejatinya telah menjadi salah satu pemain utama dalam sektor e-commerce yang berkembang pesat. Saya berharap kebijakan di masa depan akan membantu platform dan semua UMKM di Indonesia.






