Tanggung jawab moral lebih besar lagi, mengingat kita sering menyebut sebagai khalifah atau perawat alam, namun nyatanya lebih banyak mempraktikkan cara-cara merusak alam. Terjadi paradoks antara tujuan dari pesan Ilahi tentang subjek khalifah dengan apa yang pernah diinterupsikan oleh malaikat bahwa manusia itu merupakan makhluk ceroboh yang sering merusak alam.
Artinya tanggung jawab kita di zaman ini terhadap upaya pelestarian lingkungan menjadi lebih besar dari beberapa tahun sebelumnya. Bukan hanya sekadar untuk diri kita sendiri, namun untuk kelangsungan kehidupan generasi mendatang.
Jika dihubungkan dengan arah dan tujuan pembangunan daerah, proses pembuatan rencana pembangunan jangka menengah dan panjang harus menyediakan ruang lebih terhadap upaya pelestarian lingkungan. Bagaimana pemerintah Kota Sukabumi membuat rencana matang dalam menghasilkan program yang berpihak pada upaya penghijauan kembali wilayah perkotaan, memperluas lahan terbuka hijau melalui program diversifikasi dengan memperbanyak vegetasi alami di ruang-ruang publik dan pemukiman.
Untuk sampai kesana memang memerlukan pemikiran serius tidak sekadar bahwa program yang dirancang dan benar-benar memenuhi skala prioritas. Membuat sebuah wilayah yang hampir 90 persen berbentuk bangunan dan tembok menjadi hijau kembali merupakan pekerjaan berat bagi warga kota. Diperlukan konsensus dan kesepakatan bersama serta pemahaman yang holistik tentang urgensi penyelamatan lingkungan.
Mewujudkan Indonesia Emas 2045 adalah sebuah ikhtiar bagaimana seluruh komponen bangsa, warga kota, dan pemerintah daerah dapat mengembalikan suasana rindang sepanjang jalan di perkotaan, menciptakan kualitas udara bersih, dan mengatur jumlah kendaraan bermotor yang melintasi jalan-jalan utama sebagai penyumbang terbesar terciptanya gas rumah kaca. Andai dilakukan perbandingan antara kondisi lingkungan saat ini dengan tiga dekade lalu, maka semua orang akan bersepakat, generasi emas adalah mereka yang pernah mengalami hidup di ujung milenium pertama, generasi 80 dan 90-an. ***





