DATA COVID-19 Update : 31 Maret 2020 pukul 16.00 WIB
Kasus PositifMeninggalSembuh
DKI Jakarta

747

83

48

Jawa Barat

198

21

11

Indonesia

1.528

136

81

Dunia (202 Negara)697.24333.257
ARTIKEL

Rest In Peace, Ujian Nasional (UN)

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

“Barusan selesai rapat daring dengan Mendikbud dan jajaran. Salah satu yang kita sepakati Ujian Nasional (UN) SD, SMP, dan SMA ditiadakan,” ini pernyataan Ketua Komisi X Syaiful Huda. Awalnya desakan ini adalah bentuk upaya penyelamatan anak didik dari wabah corona. Penyemutan anak didik di ritual sekolah risiko tinggi.

Bisa dibayangkan jutaan anak didik akan ikut UN dalam situasi spekulasi wabah corona. Sesuai jadwal harusnya UN SMA/MA akan dilaksankan pekan depan tanggal 30 Maret-2 April 2020, sedangkan SMP/Mts mulai tanggal 20 April-23 April.

UN selain tidak menentukan kelulusan, juga tidak kontributif pada penerimaan mahasiswa di perguruan tinggai. Dahulu masa jayanya UN, seolah sekolah tiga tahun itu hanya untuk UN. Bertahun tahun sekolah hanya ditentukan oleh UN. Karena UN penentu kelulusan. Saat itulah “wabah” corona ketidakjujuran se Indonesia terjadi.

Kini corona genuine melahap residu ketidakjujuran UN sampai ke akar-akarnya. Rest in peace UN! Pro kontra terkait UN lenyap oleh corona, setidaknya untuk tahun 2020 ini. Miris, pilu, sedih dan mengerikan bila mengenang UN dulu saat menentukan kelulusan 100 persen. Beruntung mata pelajaran yang Saya ampu tidak di UN kan.

Saat itu setiap kepala daerah “memerintahkan” semua sekolah harus lulus 100 persen. Hanya Jokowi saat itu yang berbeda, baginya jujur lebih penting dari lulus. UN dipolitisir sebagai pencitraan para kepala daerah diestafetkan oleh para kepala dinas.

Loading...

Kepala sekolah dan guru jadi “Budak UN” saat itu. Konflik internal, kebathinan guru-guru yang idealis “wafat” di era UN dahulu. Anak didik terbandel, ternakal bisa jadi peraih UN terbaik. Bagaikan stand up comedy saat anak terbandel, nakal, jarang masuk, diberi penghargaan sebagai peraih UN tertinggi.

Ahaa, lucunya pengalaman masa lalu dunia pendidikian kita. Anak baik-baik, anak soleh yang tak bisa curang, anjlok nilainya. Sejumlah anak didik malah minta kunci jawaban pada gurunya. Plus konon katanya ada oknum guru dengan alibi “menyelamatkan anak” membantu sebarkan kunci jawaban.

Kini UN sudah wafat, Rest In Peace! Allah punya cara menampar pemerintah dan kita semua para pekerja pendidikan khususnya. Sejatinya kelulusan anak didik itu tergantung gurunya, rapat dewan guru dan keputusan sekolah. Tentu berdasar pada evaluasi hasil belajar siswa yang diadakan oleh sekolah.

Mari kita perbaiki dunia pendidikan kita. Jangan terlalu banyak stand up comedynya. Bersih-bersih mulai dari PPDB, rekrutmen guru, kepala sekolah dan batasi sejumlah kepentingan eksternal yang offside. Biarkan sekolah mandiri, merdeka sesuai program MBS/SBM. Tentu dengan akuntabilitas yang baik.

Bila sekolah masih dikelola amburadul seperti “dahulu kala” maka sulit untuk membangun prestasi dengan baik. PPDB penuh dengan titipan. Banyak guru honorer bergaji dibawah UMR/UMP/UMK. Ada kepala sekolah “abal-abal” dan banyak oknum ekternal yang menganggap sekolah sebagai sumber THR atau setor mulu.

Mari kita semua di “era corona” berbenah diri, reflektif mendalam. Berbagai kepentingan dan modus di dunia pendidikan membuat sekolah kesulitan untuk lebih baik, untuk lebih beradab dan merdeka. Kita semua saat ini berada di rumah. Mulai dari Mendikbud, para kepala daerah dan para kepala dinas. Saat ini sedang di rumah.

Pepatah bijak mengatakan, “Melihat dari jauh kadang lebih nampak gambaran utuhnya”. Saat ini kita semua berada jauh di luar sekolah. Kita semua sedang menjaga jarak dengan sekolahan karena corona. Kita tatap sekolah, kita lihat dengan jujur. Mari kita redesign tatakelola sekolah dan pendidikan kita.

Bersama rest in peace nya UN. Hal lainnya pun yang tidak kontributif pada sekolahan mari kita “rest in peacekan”. Guru terbaik, kepala sekolah hasil seleksi terbaik layanan birokrasi pendidikan terbaik akan melahirkan proses pendidikan terbaik. Alumni terbaik lahir dari sekolah terbaik. SDM Unggul, Indonesia Maju!(*)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button