Produktif di Era Pandemi

oleh -2 views

Oleh : Hema Hujaemah, M.Pd
(Kepala SMPN 11 Kota Sukbumi)

Pandemi Covid-19, di Indonesia belum terkendali. Hal itu ditandai melonjaknya jumlah kasus baru dengan laju kematian tinggi. Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, Jum’at (12/6/2020) di Jakarta, menyatakan “hingga kemarin pukul 12.00 WIB, ada penambahan 1.111 kasus positif Covid-19…daerah dengan jumlah penambahan kasus tertinggi antara lain Jawa Timur (318 kasus), DKI Jakarta (93 kasus), dan Sumatera Utara (88 kasus)…”. (Kompas, 13 Juni 2020).

Menyimak beberapa informasi yang disampaikan melalui media cetak dan elektronik, faktanya memang pandemi ini belum bisa dikendalikan. Terbukti masih adanya penambahan jumlah positif Covid-19 di beberapa daerah dan nasional.

Bukan tidak ada upaya dari berbagai pihak, namun tepatnya Tuhan belum menghendaki pandemi selesai saat ini. Selain ikhtiar dan doa, sebagai individu beragama sungguh kurang etis jika saling menyalahkan.

Manusia diberikan banyak kelebihan dibandingkan dengan makhluk Tuhan lainnya. Selain akal, agama, dan budaya, manusia diberikan kemampuan untuk berliterasi. Literasi sekecil apapun akan menambah ilmu dan pengetahuan seseorang. Sehingga secara kasat mata akan terlihat perbedaannya dalam berucap dan bertindak.

Apalagi di era pandemi seperti sekarang, seharusnya setiap orang dapat meningkatkan kemampuan literasinya.
Begitu banyak informasi di media sosial dengan beragam tema. Termasuk berita tentang pandemi Covid-19 dengan segala bumbu-bumbunya.

Patut diakui, sampai saat ini media sosial belum sepenuhnya digunakan secara sehat dan bijak. Bahkan banyak kejadian, gara-gara media sosial menjadi pemicu perpecahan dan mempertajam konflik. Oleh karena itu, siapapun butuh literasi digital yang lebih baik.

Meningkatkan kesadaran bermedia sosial adalah tanggungjawab bersama. Tak luput bagi para pendidik dan insan pendidikan. Harus jadi garda terdepan dalam mengkampanyekan bagaimana membaca dan mencerna informasi yang benar.

Ada kata “saring sebelum sharing” artinya, siapapun perlu menyaring terlebih dahulu informasi yang diterima, sebelum disebarkan lagi. Yakinkan sumber dan kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.

Kembali kepada masa pandemi, kemampuan berliterasi akan sangat berarti. Setiap informasi yang diterima, jika disikapi dengan sehat dan bijak akan menjadi karya dan inspirasi. Oleh karena itu, sikapi segala peristiwa dengan bijaksana, niscaya semua akan bermakna. Berikut sebagian cara produktif di era pandemi.

Pertama, Yakinkan dalam hati bahwa setiap peristiwa sudah Tuhan atur semuanya. Niscaya banyak hikmah tersirat di dalamnya bagi siapa saja yang pandai bersyukur. Kembangkan berpikir positif, agar auranya kembali kepada niat dan perilaku kita. Kendalikan diri dengan baik agar tidak terbawa dan terjerumus dalam situasi yang sulit.

Kedua, Menambah ilmu, dan wawasan, dengan meningkatkan kemampuan berliterasi yang baik, jadikan media sosial sebagai mitra yang bermanfaat. Dewasa dalam membaca, pandai menahan diri. Tidak perlu berkomentar jika tidak ada manfaatnya. Saring sebelum sharing atau “cukup sampai kamu”. Hindarkan diri jadi penyebar hoaks apalagi menjadi korban hoaks.

Ketiga, Jadikan situasi, tempat, dan informasi sebagai inspirasi agar tetap bertahan hidup dan produktif dalam situasi pandemi. Belajar menuangkan ide dalam tulisan, membuat barang yang berguna, menyelesaikan tugas yang belum selesai atau sempat tertunda.

Tidak jadi malas, putus asa, dan berprasangka buruk. Apa yang dilihat dan dibaca, dari media dan lingkungan sekitar jadikan sesuatu yang bermanfaat. Apa yang bisa dilakukan, lakukanlah untuk diri sendiri, jika bisa lakukan dan berikan untuk orang lain.

Kita tidak jadi penonton yang pandai memberikan kritik tanpa solusi. Menganggap gampang sesuatu yang sulit dan sebaliknya.

Namun jadikan moment pandemi ini sebagai kesempatan mendekatkan diri kepada Tuhan dan berpikir untuk menghasilkan karya nyata. Bagi pendidik, waktu tiga bulan tidak sebentar, sudah cukup untuk membiasakan diri dengan situasi sekarang.

Tidak perlu menunggu kebijakan yang belum ada, guru perlu kreatif memanfaatkan waktu dengan baik. Selain mengolah nilai untuk raport, guru dapat mempersiapkan perangkat pembelajaran yang disesuaikan dengan era pandemi.

Materi, metode, dan media pembelajaran semuanya disiapkan dengan matang. Apapun kegiatan pembelajaran yang akan diberlakukan, tatap muka atapun PJJ tidak jadi masalah.

Terakhir, Beraktivitas di manapun, tetap melaksanakan protokoler kesehatan. Tidak abai dengan aturan pemerintah. Apalagi abai dengan wabah yang sedang melanda. Sehat dan sakit adalah ketentuan Tuhan, namun semua ada penyebabnya.

Sebagai manusia yang yakin dengan Tuhan, maka wajib berusaha dengan berbagai cara agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Berempatilah kepada pemerintah, instansi, dan pihak terkait yang sudah berupaya dengan optimal. Tanpa dukungan dan disiplin secara mandiri dari masing-masing individu upayanya akan sia-sia.

Ketegasan pelaksanaan kebijakan dan sinergi yang baik dari berbagai elemen berpengaruh terhadap percepatan penangan pandemi Covid-19 di negeri tercinta ini. Tidak penting berpikir jauh yang sulit dijangkau. Lakukan saja apa yang bisa dilakukan sesuai kemampuan.

Tidak banyak menuntut kepada orang lain, bertanyalah pada diri sendiri, apa yang sudah diberikan kepada orang lain.

Jika belum bisa memberikan kebermanfaatan bagi orang lain, setidaknya tidak jadi perusak orang lain dengan hoaks yang tidak jelas manfaat dan kebenarannya.

Kasian orang lain jadi terbawa susah, malas, dan berprasangka tidak baik. Ketika hati dan pikiran sudah dipenuhi hal tidak baik, semua tercermin dari ucapan dan tingkahlakunya.

Oleh karena itu berhati-hatilah dalam menerima informasi. Tingkatkan literasi terhadap situasi, kondisi dan peluang di saat pandemi. Agar kita tetap sehat, tidak jadi korban hoaks, dan produktif dalam bidangnya masing-masing. Perlu bukti bukan teori, perlu karya bukan wacana, perlu mandiri bukan menanti. Semoga…..(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *