Saya masih ingat itu. Saya pernah memasangnya di pedalaman Sumba. Tiap rumah mendapat satu keping solar cell. Dipasang di atas atap. Dayanya cukup untuk 4 titik lampu –terserah dipasang di mana saja: ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan teras.
Baterainya ditempatkan di tiap-tiap lampu. Dengan sistem ini pemilik rumah pun bisa mencopot lampu itu untuk dibawa ke mana-mana. Sebagai obor. Termasuk kalau harus menghadiri hajatan di rumah tetangga jauh.
Rasanya tidak ada yang lebih cocok selain itu. Apalagi kini sudah ditambah dengan colokan HP. Pun kini sudah ada TV DC. Maka TV masuk pedalaman bisa cepat terwujud.
Solar cell memang masih tertatih-tatih. Tapi Permen ESDM itu bisa jadi tongkat pertamanya.
Benarkah ada Permen baru seperti itu? Mestinya benar. Sudah termuat di lembaran negara. Sudah diumumkan kementerian hukum. Saya pun sudah mendapatkan kopinya. Tiga hari lalu.
Rupanya kementerian ESDM sendiri belum secara resmi mengedarkannya. Tak apa. Internet sudah membantunya.
Sumber : Disway.id





