ARTIKELCATATAN DAHLAN ISKAN

Andhika Thatcher

×

Andhika Thatcher

Sebarkan artikel ini
Dahlan Iskan
Dahlan Iskan/Net

“Ibu bangga sekali saya bisa dikontrak Persebaya,” ujar Andhika. Ia tahu betapa besar pengorbanan ibunya. Yang harus hidup seorang diri. Sampai bisa menyekolahkannya hingga tamat SMA.

Andhika tahu sang ibu tidak mau menonton dirinya tampil di TV. “Ibu merasa tidak kuat. Deg-degan terus,” ujarnya.

Bank bjb Tandamata

Tentu Andhika masih punya waktu untuk memperbaiki kondisi badannya. Ia harus tahu: di masa kecilnya kurang asupan gizi. Ibunya sering harus menangis. Andhika-kecil sering sudah membawa piring untuk minta makan. Tapi tidak ada nasi yang bisa diberikan.

Saya ingat kejadian di Inggris beberapa tahun lalu. Ketika begitu banyak pemain bola di sana yang cedera.

Seorang tokoh oposisi langsung menuduh. “Semua ini salah Margaret Thatcher,” ujarnya.

Apa hubungannya?

Inilah penjelasan sang oposisi: “Duluuuuu, ketika Margaret Thatcher menjadi Perdana Menteri Inggris, dia menghapuskan ransum susu di sekolah-sekolah dasar.”