Apakah ke poros Adjo dengan partai yang sudah lebih dulu sepakat mengusungnya atau dengan poros Marwan dengan partai yang tersisa.
“Soal ke poros mana PKS berlabuh, nanti DPP yang menentukan harus ke siapa. Karena PKS memiliki harapan kader bisa mendampingi dari kedua figur yang sudah muncul, tetapi saya juga akan melihat realita kemungkinan menang atau tidaknya.
Artinya tidak gampang masuk begitu saja ke poros mana berlabuh, “cetusnya.
Saat ditanya kemungkinan berkoalisi dengan Partai Demokrat berdasarkan kemesraan di DPP masing-masing, dirinya menjelaskan mungkin saja terjadi sesuai harapan DPP.
“Mungkin saja (berkoalisi dengan Demokrat red), kami tidak tahu permainan di atas (DPP), maka semua masih dinamis, “cetusnya.
Diketahui, untuk nama kader PKS yang ditawarkan ke koalisi masih dengan nama yang sebelumnya, nama pengusaha muda Mukhlis Yusuf Kholidi dan Anjak masih dominan dan ditambah lagi anggota DPR RI drh Selamet.
Nantinya nama itu akan diajukan F2 (Calon wakil bupati red) atau menjadi nama yang diusung menjadi F1 (Bupati red) baik di poros Marwan dan Adjo atau di poros baru. Namun, nama-nama tersebut bisa saja berubah berdasarkan situasi politik yang terjadi. (hnd)






