Menanggapi hal tersebut, Budi Hermansyah atau yang akrab disapa Buher menegaskan, jangan diterjemahkan secara sederhana seperti itu. Karena ditunjuknya Erick Thohir merupakan bagian strategi komprehensif yang dipilih tim Jokowi-Ma’ruf.
“Ada keseimbangan utuh dalam konteks cawapres, Ma’ruf Amin senior di kalangan ulama dan Ketua Tim Erick Thohir merupakan genersi millenial,” katanya kepada RMOLJabar, Selasa (11/9).
Menurutnya, komposisi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf memiliki keseimbangan yang begitu lengkap. “Dipolitik tidak boleh yang satu mentasbihkan lain, saya kira sangat keliru,” tandas Budi.
Dirinya melihat, pemilih pada Pilpres 2019 nanti bukan dari kalangan millenial saja karena ada juga emak-emak, ulama, orangtua dan kebutuhan tim kampanye nasional menyesuaikan dengan karakter masing-masing.
“Nah, tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf menginginkan ada representasi yang mewakili karakter-karekter pemilih itu. KH Ma’ruf Amin mewakili karakter pemilih religius, Erick Thohir millenial,” tukasnya.
(nie)



