Maka dari itu, kata Amin, agar pesta demokrasi lima tahunan itu berjalan tanpa pelanggaran hukum. Dirinya mengajak kepada semua lapisan masyarakat untuk terlibat dalam pengawas. Yakni, menjadi pelapor pelanggaran pemilu untuk terciptanya pemilu tanpa merugikan nilai-nilai demokrasi.
“Karena, bersama rakyat mengawasi pemiku akan lebih mudah. Kita tegakan keadilan pemiku dab pemilih. Ini suatu amat yang kuat bagi para pelopor dalam peradilan pemilu,” tegasnya.
Soalnya, lanjut Amin, lembaga yang dipimpinnya itu, diberikan amanat yang cukup besar dalam pesta demokrasi tersebut. Maka dari itu, dirinya mengharapkan kerja sama dengan semua pihak dan para pemangku kebihakan untuk mengawasi proses pemilu tersebut. “Jadi, mari kita bersama-sama mengawasinya. Agar, amanah masyarakat terjaga dan pemilu tanpa pelanggaran,” katanya.
Jika pun nanti ada pelanggaran, kata Amin, hal itu tentunya akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Yakni, sesuai dengan peraturan bersama lembaga pengawas pemilu, kepolisian serta pihak kejaksaan dalam penindakan pelanggaran pemilu.
“Jika ada pidana pemilu, dari awal pelaporan atau temuan pelanggaran pidana. Akan ditangi oleh tiga lembaga. Dari mulai Panwas, pihak berwajib serta kejaksaan. Mudah-mudahan saja, Pilwalkot tahun depan berjalan baik tanpa ada pelanggaran pidana,” paparnya. (sep/d)




