Pilkada Kota Sukabumi

Memanas, PAC dan Sayap Partai Gerindra Kota Sukabumi Pertanyakan Munculnya Dida Sembada

×

Memanas, PAC dan Sayap Partai Gerindra Kota Sukabumi Pertanyakan Munculnya Dida Sembada

Sebarkan artikel ini
Gerindra Kota Sukabumi
PAC, relawan dan sayap Partai Gerindra Kota Sukabumi menyatakan sikap mendukung H Aun.

Ia menegaskan, jika polanya seperti ini, tidak ada pendidikan politik kedepan, kasian teman teman yang sudah berkader dan proses kalau tiba tiba muncul orang asing dan sama sekali tidak dikomunikasikan.

“Jadi nama yang tertera yang disampaikan kemarin itu kapan beliau daftarnya, karena ada tahapan mekanisme mulai pendaftaran hingga terakhir. Yang jadi pertanyaan, beliau kapan daftarnya dan tiba tiba ada namanya kan begitu. Ini yang menjadi pertanyaan para kader,” jelasnya.

Bank bjb Tandamata

Kembali dirinya mengungkapkan, yang telah dikeluarkan oleh DPP itu bukan rekomendasi tapi surat tugas dan surat tugas itu fungsinya membawa pasangannya, survei elektabilitas, dan banyak tugas tugas dan itu dilampirkan nantinya. Pun ia berharap Koalisi Indonesia Maju (KIM) disambut baik oleh daerah karena ini satu kekuatan besar.

“Kita itu banyak program pak Prabowo yang harus dijalankan di daerah termasuk makan siang gratis. Pernyataan sikap PAC tadi saya dengar dan saya mengamati keluh kesah PAC kita siap untuk mendorong bagaimana pun saya masih kader partai gerindra, yang telah berposes tidak serta merta langsung jadi, ini harus dipertanyakan,” tukasnya.

Masih kata H Aun, jika PKS ingin bergabung dengan Gerindra silahkan saja, tetapi harus menghargai keputusan Partai Gerindra dan itu akan diterima rekan rekan, bukan malah serta merta menitipkan orang di Gerindra untuk berpasangan ini konteksnya berbeda.

sayap Partai Gerindra Kota Sukabumi
PAC se Kota Sukabumi, relawan, dan sayap Partai Gerindra menyatakan sikap mendukung H Aun.

“Kita itu berkader dan berposes. Selama ini Partai Gerindra kan tidak mengatur dapur dia. (PKS), kenapa dia ngatur kita. Ini yang jadi pertanyaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Sukabumi, Lutfi Achmad menegaskan, hal itu sangat biasa dalam politik ia menilai ada yang ingin bermanuver. Dirinya juga menegaskan tidak ada keretakan di tubuh Partai Gerindra.

“Biasa itu mah manuver silahkan ke DPD dan DPP saja yang memutuskan. Itu kapasitas DPD dan DPP yang melawan, membangkang instruksi pimpinan ada sanksi. Tidak ada (keretakan Partai Gerindra), tapi yang behind the scane atau di belakang layar ada yang bermain,” singkatnya. (ris)