SUKABUMI – Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM pada KPU Kota Sukabumi, Seni Soniasih menyatakan untuk sementara ini hasil dari pengamatannya terkait black campaign (kampanye hitam) atau penyebaran informasi melalui media sosial yang di dalamnya berisikan mengenai informasi-informasi negatif kepada masyarakat luas masih aman.
Namun bila memang ditemukaa adanya black campaign, kata Seni tindakan itu merupakan pelanggaran administrasi Pemilu, maka masuk lingkup kewenangan KPU. Tetapi jika termasuk dalam pelanggaran tindak pidana biasa, masuk lingkup hukum pidana biasa dan ditangani oleh kepolisian, begitu juga jika pelanggarannya termasuk dalam tindak pidana pemilu.
“Jika tindakan tersebut termasuk dalam pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu, maka ditangani oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Dan yang terakhir, apabila tindakan tersebut berkaitan dengan sengketa pemilu maka Bawaslu-lah yang bertanggungjawab untuk menindaklanjuti pelanggaran pemilu tersebut, ” ucap Seni kepada radar sukabumi, pada Senin (7/10).
Seni mengaku telah melakukan langkah – langkah yang strategis agar masyarakat tidak termakan isu liar dan black campaign yang tersebar di media sosial dengan memasifkan sosialisasi.
“Kami akan memasifkan sosialisasi hal ini agar masyarakat tidak termakan isu isu liar atau black campaign. Mulai dari sosialisasi soal pendidikan pemilih kepada masyarakat dan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya sesuai dengan kepercayaan terhadap yang dipilihnya, tentu dengan juga didukung oleh informasi informasi yang jelas sumbernya,” jelasnya.
Lanjut Seni, tentu KPU Kota Sukabumi juga memiliki tanggung jawab yang besar untuk melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih. Bahkan, sejauh ini sosialisasi sudah sangat masif dilaksanakan mulai dari masuk kepada aktivitas masyarakat di setiap hari Sabtu-Minggu.
“KPU juga masif mensosialisasikan melalui media seperti cetak, online dan radio, KPU masif juga sosialisasi dengan seluruh segmen di antaranya segmen pemilih pemuda, komunitas, bem/okp. Dalam waktu dekat kita juga akan sosialisasi kepada lansia, disabilitas, kelompok keluarga, dan segmen perempuan,” ungkapnya.
“Kami mengimbau kepada masyarakat mari semuanya sama sama kita kawal Pilkada 2024 secara gembira, berkualitas dengan menggunakan hak pilih kita secara cermat, jangan tergoda oleh janji janji money politik dari calon agar proses demokrasi bisa kita laksanakan secara baik dan aman,” tutup Seni. ***






