SUKABUMI— Setelah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengabulkan gugatan pelanggaran administrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) terhadap sembilan Partai Politik (Parpol).
Kini, KPU Kota Sukabumi membuka kembali pendaftaran calon peserta pemilu 2019.
Namun sampai berita ini diturunkan dari sembilan Parpol yang berhak mengikuti verifikasi, di Kota Sukabumi hanya ada dua Parpol yang dipersilahkan mendaftar diantaranya, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Idaman.
“Hari ini kita buka pendaftaran, dari 9 parpol yang diputuskan Bawaslu itu boleh mendaftar ke KPU. Kita kasih waktu satu hari,” ujar Ketua KPU Kota Sukabumi, Hamzah saat dihubungi koran ini, kemarin (20/11).
Sembilan partai politik berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk ikut dalam pesta demokrasi lima tahunan yakni Partai Idaman, PKPI, PBB, Partai Bhinneka Indonesia, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, Partai Republik, Partai Rakyat, Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo), serta Partai Indonesia Kerja.
“Dari sembilan Parpol itu hanya dua parpol yang ada d Kota Sukabumi, PBB dan Idaman. Kedua partai itu sudah menyerahkan adminitrasinya dari pendaftaran pertama tinggal diverifikasi saja,” ujarnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, KPU Kota Sukabumi akan melakukan penelitian adminitrasi terkait dua parpol itu.
Tentunya dalam penelitan itu tim verifikasi akan turun kelapangan untuk mencari data yang valid. “Ya seperti sebelumnya saja 14 parpol itu.
Ketika nanti di Sipol terlihat ada yang keanggotan ganda ataupun PNS , TNI dan Polri kita terjun kelapangan untuk mengecek langsung,” ujarnya.
Dalam penelitan administrasi itu, kata Hamzah tim turun kelapangan menanyakan langsung kepada anggota parpol yang keanggotaannya ganda.
Keanggotaan ganda itu ada dua, Ganda Internal dan Eksternal.
Kalau internal itu, dalam satu partai politik ada dua nama yang sama, sedangkan ganda eksternal, keanggotaannya terdapat di dua atau tiga partai politik.
“Nanti kita tanya langsung mau pilih partai yang mana dan dibuatkan surat pernyataan. Tentunya kalau ada yang ganda nanti jumlah keanggotaannya akan menyusut,” pungkasnya. (bal)





