SUKABUMI – Dinamika konstelasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 di Kabupaten Sukabumi, terus berkembang serta mendapat beragam tanggapan dari berbagai lapisan masyarakat. Baik dari para politikus hingga simpatisan masyarakat atau non politik.
Sentimen negatif maupun positif terhadap pasangan bakal calon (Bacalon) juga terus menggema, baik di obrolan warung kopi dan diskusi diskusi publik, yang tentunya menjadi khazanah menarik dari pola pikir masyarakat terhadap calon pemimpinnya.
Demikian juga Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengusung suara milenial dan anak muda yang saat ini bisa saja menjadi penentu kemenangan pada Pilkada, karena terjadinya pertarungan head to head antara pasangan bacalon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi yakni Iyos Somantri – Zainul dan Asep Japar – Andreas.
Plt Sekjen PSI Kabupaten Sukabumi, Endi Sapardi mengatakan, Pilkada 2024 PSI tegak lurus dengan DPD PSI mengusung pasangan bakal calon Iyos Somantri-Zainul. Meskipun partai non parlemen, pihaknya juga akan all out memenangkan pasangan yang memiliki tagline Harapan Baru Sukabumi.
“Mengenai dukungan paslon di Pilkada 2024, kami PSI akan tegak lurus dengan apa yang dimanatkan oleh DPP yang tertuang dalam rekomendasi, yaitu harga mati mengusung pasangan Iyos Somantri – Zainul untuk menang. Meski kami partai kecil dan non parlemen, tetapi kami akan maksimal dalam menjalankan amanat rekomendasi DPP, dan tentu ini adalah sudah menjadi tugas kami para kader dan simpatisan PSI untuk tegak lurus dan patsun,” ujar Endi saat ditemui di Sekretariat PSI Kabupaten Sukabumi, di Jalan Cigunung Kecamatan Cisaat, pada Kamis (12/09).
Disinggung soal statment beberapa orang di media sosial yang mengatasnamakan DPD PSI Kabupaten Sukabumi dan menyatakan dukungan kepada Asep Japar-Andreas yang notabene kompetitor paslon usungan PSI, Endi mengaku cukup tersenyum lebar.
“Ya, hari ini demokrasi sedang bangun dan dibangun dengan berbagai fluktuasi serta kontelasinya Alhamdulillah sudah menyentuh pemahamannya kepada masyarakat secara lugas juga cerdas, baik dalam kebebasan pilihan maupun kepada siapa menjatuhkan pilihan,” tegasnya.
Lanjut Endi, kalau berbicara soal mekanisme usungan partai, PSI sudah jelas dan tertuang dalam rekomendasi DPP dalam bentuk B1-KWK. Dalam hal ini PSI ke paslon Iyos – Zainul dan kalaupun ada yang mengaku mereka itu dari PSI, tinggal dilihat saja legalitas termasuk keabsahan dalam kepengusrusan PSI-nya.
“Kalaupun mereka menyatakan dukungannya kepada paslon di luar rekomendasi DPP kami anggap itu dukungan dalam bentuk pribadi saja, karena kami sudah sepakat kalau dalam masalah usungan di pemilihan kepala daerah Kabupaten Sukabumi,” ujar Endi santai.
Seperti diketahui PSI Kabupaten Sukabumi pada saat ini berada dalam kepengurusan yang di Plt kan oleh DPP PSI besutan ketua umum Kaesang Pangarep kepada ketua DPD nya itu Dede Abdul Latief.
Hal itu juga teruang dalam Surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia No.128/SK/DPP/2024 Tentang Pencabutan SK No.234/SK/DPP/2021 Dan Pengangkatan Pelaksana Tugas Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia Kabupaten Sukabumi.
“Berdasarkan SK itulah kami kepengurusan Plt.DPD PSI Kabupaten Sukabumi melakukan langkah langkah politik yang startegis termasuk melakukan keputusan usungan di Pilkada Kabupaten Sukabumi, keputusan ini jelas berdasarkan legalitas, dan kami akan tegak lurus untuk memenangkan paslon Iyos – Zainul secara berkelas, maslahat, bermartabat dan legitimed, ” pungkas Endi. (ris)






