Lanjut Priyo, telur ayam juga merupakan salah satu sumber lemak sehat yang sangat penting dengan kandungan omega-3 yang sangat baik untuk perkembangan otak dan sistem saraf serta kolin sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif otak dan daya ingat anak.
Dokter hewan lulusan UNAIR Surabaya ini juga mengatakan, bahwa program ini tidak hanya bersifat preventif bagi sekitar 200 ribu anak balita yang ada di Kabupaten Sukabumi, saat ini agar terhindar dari kondisi gizi buruk (stunting).
“Lebih jauh lagi merupakan sebuah ikhtiar dalam penyiapan generasi masa depan Kabupaten Sukabumi yang sehat, cerdas dan berkualitas,” cetusnya.
Selanjutnya Priyo juga menambahkan bahwa programini memiliki kaitan ekonomi dalam hal lapangan kerja. Industri peternakan ayam petelur di Sukabumi saat ini menyerap lebih dari 2.000 tenaga kerja yang mayoritas diantaranya kelompok pekerja dengan pendidikan dan keahlian rendah.
“Sehingga program ini dengan kata lain memberikan sumbangsih jaminan pekerjaan bagi para pekerja tersebut yang faktanya tidak banyak tersedia opsi industri lain yang dapat menampungnya. Diharapkan pula program ini dapat mendorong peningkatan produksi telur
di Kabupaten Sukabumi, sehingga efek dominonya akan meningkatkan penyerapan tanaga kerja pula,” kata Priyo. (ris)






