SUKABUMI – Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Nomor Urut 1 Iyos Somantri-Zainul bertekad untuk membersihkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pungutan liar atau pungli. Satu di antaranya yaitu penyerapan tenaga kerja yang mengharuskan pencari kerja membayar uang terlebih dahulu.
Hal itu disampaikan Calon Bupati Sukabumi, Iyos Somantri seusai menghadiri konsolidasi dan pembentukan tim gabungan pemenangan koalisi partai parlemen untuk Iyos-Zainul tingkat kecamatan dan desa se-Dapil IV, di Gedung Disen Cisaat, pada Sabtu (28/09).
Ia menegaskan kedepannya Sukabumi harus bersih dari segala bentuk pungutan liar (Pungli). Tidak hanya di sektor tenaga kerja, tapi juga sektor apapun harus disikat.
“Iya harus disikat, dibersihkan jangan sampai terjadi. Artinya begini masyarakat kita kan memerlukan pekerjaan kemudian susah mendapat pekerjaan. Nah, ketika ada lowongan pekerjaan, ada yang minta uang,” ujar Iyos Somantri.
Iyos Somantri menegaskan, dalam upaya membersihkan pungli ini, sangat dibutuhkan dukungan semua pihak terutama backup dari partai politik pengusungnya.
“Iya dong harus ada backup, karena kalau saya dengan pak Zainul jalan sendiri maka tidak akan kuat,” paparnya.
Menurut Iyos Somantri pungli tenaga kerja ini banyak disampaikan langsung oleh masyarakat ketika dirinya datang untuk menyerap masukan sebagai calon.
“Munculnya hari ini, jadi masyarakat banyak cerita kalau mau bekerja ada yang minta uang alias pungli,” cetunya.
Di sisi lain, pihaknya memiliki program membuka paling sedikit 2 ribu lapangan perkerjaan. Kemudian program lain yang sudah dirilis kepada masyarakat yaitu pembagian telur gratis untuk keluarga yang memiliki balita.
“Jadi secara teknis telur itu diberikan ketika balita itu ditimbang di Posyandu. Lalu ada program pangan murah bagi keluarga yang tidak punya balita,” jelasnya.
Disinggung mengenai konsolidasi yang dilakukan, Iyos Somantri menyatakan tujuannya untuk memanaskan mesin partai serta menyelaraskan, agar visi misi dapat sampai ke masyarakat. Adapun konsolidasi itu diikuti 4 partai politik parlemen yaitu Partai Gerindra, PKS, Partai Demokrat serta PDI P. (ris).






