TB Hasanuddin Datangi Emil dan Ucap Selamat

  • Whatsapp

BANDUNG- Calon gubernur Jawa Barat nomor urut dua Mayjen (Purn) TB Hasanuddin menunjukkan sikap layaknya ksatria sejati yang mengakui keunggulan lawan dalam pertarungan.

Usai pasangan Rindu (Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum) unggul versi quick count, Hasanuddin langsung menyambangi posko pemenangan Rindu di Hotel Papandayan, Jalan Gatot Subroto Bandung, Rabu (27/6).

Bacaan Lainnya

“Rakyat Jawa Barat yang saya hormati, seperti yang kita ketahui rangkaian puncak dari kontestasi Pilkada Jabar yakni pencoblosan telah rampung digelar,” ujarnya dalan rilis yang diterima pojokbandung, Rabu (27/6/2018).

Sebagai kader partai, lanjutnya, ia telah menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri untuk sebagai calon gubernur Jawa Barat bersama calon wakil gubernur Jawa Barat, Anton Charliyan.

“Sepanjang 6 bulan, alhamdulillah kami telah mendatangi lebih dari 1.200 titik dari Ujung Genteng di sebelah barat sampai Losari di Ujung Timur. Kami juga telah mendengarkan aspirasi warga dari Jawa Barat Selatan yang belum teraba pembangunan,” bebernya.

“Semua itu adalah cerita-cerita yang menjadi catatan penting buat saya. Dalam sebuah kompetisi, tentu ada pihak yang kalah dan menjadi pemenangnya,” lanjutnya.

Berdasarkan dari hasil hitung cepat lembaga survei, telah menyebutkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruhzanul Ulum (Rindu) sebagai pemenangnya.

“Kita hormati proses itu, sambil menunggu rekapitulasi resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), saya akan mengucapkan Selamat untuk pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruhzanul Ulum,” ucapnya.

Menurut Hasanuddin, sesuai tradisi yang kalah harus menghormati yang menang. Serta harus mendukung untuk membangun Jawa Barat yang sejahtera dan berkeadilan.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pejuang partai, kader militan dan simpatisan yang telah berjuang keras dengan cara cara terhomat,” imbuhnya.

Saya Bangga, lanjut Hasan, atas militansi kader PDI Perjuangan Jawa Barat.

“Tak ada gading yang tak retak. Sepanjang kontestasi tentu banyak salah ucap dan perbuatan, untuk itu mohon dibukakan pintu maaf,” pungkasnya.
(nda/pojokbandung)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *