Parah, 5 Anggota Bawaslu Terjaring OTT, DPR RI Bilang Begini

Kantor Bawaslu Kota Medan
Kantor Bawaslu Kota Medan

MEDAN — Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, merasa malu dengan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat anggota komisioner Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Medan.

Dikatakan oleh Ahmad Doli Kurnia, ia meminta supaya Bawaslu RI segera mengambil tindakan tegas terkait OTT yang menjerat Bawaslu Kota Medan. Kemudian, Ahmad Doli Kurnia juga menyampaikan jika anggota Bawaslu yang terindikasi dipanggil Polda berjumlah lima orang.

“Hari ini lima-limanya (Anggota Bawaslu Kota Medan) dipanggil sama Polda dan terindikasi juga mengaitkan teman-teman KPU di kota Medan juga,” kata Doli yang dikutip JawaPos.com dari dpr.go.id, Rabu (22/11).

“Ini persoalan sangat serius tinggal 80-an hari lagi, ada penyelenggara kena OTT. Oleh karena itu, saya kira Bawaslu harus mengambil sikap tegas tentang itu. Walaupun nanti KPU ada yang terlibat juga begitu,” imbuhnya.

Selanjutnya, setelah adanya OTT tersebut, Doli mengaku langsung mengundang Ketua Bawaslu RI dan Ketua KPU RI untuk membahas soal kejadian tersebut. Lantaran, dengan adanya kejadian OTT akan berdampak tidak percayanya masyarakat kepada penyelenggara pemilu.

“Supaya kita menyelamatkan institusinya. Jangan sampai nanti merembet, nanti orang distrust kepada penyelenggara Pemilu dan akhirnya kalau dibiarkan bisa distrust kepada Pemilunya. Jadi harus diambil tindakan tegas soal itu,”

Menurutnya, kasus OTT tersebut sangat memalukan sekali, karena uang yang mau diambil jika dibagi hanya Rp.5 juta per orang.

“Ini menurut saya memalukan sekali, karena yang mau dicolong pun kalau dibagi katanya cuma Rp5 juta per orang,” ucap Politis Fraksi Partai Golkar ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *