Drajad mengungkapkan bahwa meskipun belum ada pembahasan mengenai nama-nama calon menteri, namun prinsip umum dalam penyusunan kabinet sudah disepakati.
Menurutnya, hal ini telah didiskusikan oleh Presiden Joko Widodo, Prabowo, Gibran, dan Ketua Umum partai politik Koalisi Indonesia Maju.
Cawapres nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka membantah kebenaran poster susunan menteri Kabinet Indonesia Emas yang viral di media sosial itu.
Melalui media sosial X-nya @gibran_tweet, Gibran membalas salah satu cuitan netizen yang menanyakan susunan kabinet Prabowo-Gibran benar atau tidak.
“Mas @gibran_tweet ini betulan ga?” tanya salah satu netizen X.
Hanya 3 huruf, Gibran menanggapi cuitan tersebut. “Gak,” jawab Gibran.
Dalam sebuah acara sebelum pemilu berlangsung, Prabowo Subianto pernah menyatakan keinginannya agar para menteri yang mendampinginya merupakan individu yang mampu menjalankan tugas mereka dengan baik.
Prabowo menolak untuk mengundang orang-orang yang hanya memiliki pengetahuan teori belaka. “Saya mau orang yang bisa mengajarkan, bukan teori,” tegasnya
Prabowo menegaskan bahwa kemampuan seseorang menjadi faktor utama dalam pertimbangan, bukan kriteria lain seperti usia. Entah bagaimana pertimbangan dan penetapan susunan kabinet Prabowo-Gibran yang viral itu.
Mungkin saja bagi sebagian orang, mengutak-atik daftar menteri punya keasikan dan fantasi sendiri, berasa menjadi seorang presiden. (*)





