Tak hanya itu dirinya menambahkan dengan sisa masa kampanye yang nanti berakhir 10 Februari 2024, dimanfaatkan dengan melakukan simulasi pencoblosan, program ini ternyata sangat perlu sekali, karena sebagian warga itu masih kebingungan dalam mencoblos.
“Hal itu dikarenakan, kita lihat isi kertas suara khususnya DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten dan kota banyak nama partai dan banyak nama caleg, apalagi tidak ada foto caleg. Pemilih harus ingat nama dan nomor urut caleg,”kata jelasnya.
Rafi juga berpesan dan mengajak kepada seluruh masyarakat Sukabumi agar tidak golput dan semua ikut hadir acara pesta rakyat pada tanggal 14 Februari 2024.(adv)






