Joman Ingin Moeldoko Dicopot karena Membahayakan Jokowi

  • Whatsapp
Kepala Kantor Staf Presiden atau KSP Moeldoko

RADARSUKABUMI.com – Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) Emanuel Ebenezer menegaskan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko layak dicopot dari jabatannya. Pasalnya, sikap politik Moeldoko dengan mengkudeta kursi Ketum Partai Demokrat telah merusak citra Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Layak untuk dicopot karena Moeldoko sangat merugikan pemerintahan Presiden Jokowi,” katanya kepada PojokSatu.id, Senin (8/3/2021).

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, lanjut pria akrab dipanggil Noel itu, apa yang dilakukan Moeldoko itu juga sangat berbahaya bagi kelangsungan demokrasi.

“Ini juga membahayakan demokrasi dan juga bahaya buat Jokowi,” tegas aktivis 98 ini.

Menurut Noel, sikap yang ditunjukkan Moeldoko tersebut tidak sejalan dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau mengintervensi internal partai politik.

“Presiden telah menegaskan, sikap pandangan Jokowi adalah tidak mau mengintervensi internal partai lain. Karena itu bukan kultur dan karakter Jokowi,” tuturnya.

“Sekali lagi, Moeldoko layak dicopot bahaya bagi nawacita presiden karena telah memalukan dengan intervensi bagi partai lain,” pungkas Noel.

Sebelumnya, Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan Kepala KSP Moeldoko telah melakukan hal-hal yang merusak demokrasi di Indonesia dan kedaulatan Partai Demokrat.

“Kita punya musuh bersama hari ini, aktor eksternal yaitu KSP Moeldoko yang berkomplot dengan segelintir kader,” ungkap AHY sebelum menggelar rapat dengan pimpinan DPD Partai Demokrat dari 34 provinsi, Minggu (7/3).

AHY mengatakan, segelintir kader yang mendukung Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat telah diiming-imingi oleh imbalan dan jabatan.

“Berkolusi dan mencoba untuk memutarbalikkan fakta, menggulingkan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah berdasarkan Kongres ke-5 tanggal 15 Maret 2020,” ujar AHY.

Dikatakan, Partai Demokrat akan melawan untuk mempertahankan kedaulatannya.

Sebab Moeldoko sedang melegalisasi kepengurusan hasil kongres luar biasa (KLB) yang dinilai abal-abal di Sibolangit Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Kita sama sekali tidak ragu, kita tidak emosional. Yang kita lakukan hari ini adalah untuk melakukan segala hal yang memang untuk bisa menjaga kedaulatan kita bersama,” ujar AHY.

(PS/izo)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *