Ini Siasat Prabowo-Gibran Atasi Pengangguran Kaum Muda

Sejumlah anggota Pergerakan Perempuan Muda Nahdliyin (Perdana) meneriakan yel-yel saat deklarasi dukungan terhadap pasangan Prabowo-Gibran di Jakarta, Rabu (6/12/2023). (Hafidz Mubarak)
Sejumlah anggota Pergerakan Perempuan Muda Nahdliyin (Perdana) meneriakan yel-yel saat deklarasi dukungan terhadap pasangan Prabowo-Gibran di Jakarta, Rabu (6/12/2023). (Hafidz Mubarak)

JAKARTA — Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda (Fanta) Prabowo-Gibran, Dedek Prayudi, mengatakan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut memiliki Asta Cita 3, yakni meningkatkan lapangan pekerjaan berkualitas untuk mengatasi pengangguran di kalangan kaum muda.

Asta Cita 3 itu akan dikawinkan dengan poin keempat dari 8 Program Hasil Terbaik Cepat yang ditawarkan Prabowo-Gibran, yaitu membangun sekolah unggul terintegrasi. Menurut Dedek, dengan cara itu kaum muda tidak sekadar bekerja, melainkan juga memiliki kualitas berdasarkan karakteristik mereka.

Bacaan Lainnya

“Poin ketiga (Asta Cita 3, red.) itu akan kami kawinkan dengan poin keempat dari bagian 8 Program Presiden-Wakil Presiden Prabowo-Gibran, yakni membangun sekolah unggul terintegrasi. Itu artinya terintegrasi dengan dunia usaha dan industri, di setiap kabupaten dan kota,” kata Dedek dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia yakin pembangunan sekolah di setiap kabupaten/kota yang terintegrasi dengan dunia usaha merupakan kunci keberhasilan untuk mengatasi masalah pengangguran bagi kaum muda. Sebab, cara itu dinilai bisa menghapuskan pemusatan tenaga kerja di satu kabupaten atau kota tertentu.

“Artinya apa? Kabupaten dan kota itu adalah kunci karena merekalah yang punya potensi ekonomi di masing-masing daerah. Kalau tidak begini, akan terjadi pemusatan tenaga kerja di daerah-daerah padat, sedangkan daerah yang ditinggalkan tak terurus ekonominya,” ucapnya.

Dedek menambahkan, Asta Cita 5, yakni melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi dari pemerintahan Presiden Joko Widodo, juga bisa menjadi wadah untuk menyediakan lapangan pekerjaan yang berkualitas hingga ke tingkat daerah.

“Jadi, inti strateginya adalah mengawinkan industri, ketenagakerjaan, dan pendidikan karena ketiganya ini selama ini masih bergerak masing-masing dan kami akan menggerakkan ketiga sektor ini ke arah yang sama,” paparnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *