“Tolok ukur seorang pemimpin bagi bangsa dan negara tidak semata ditentukan oleh survei. Kalau kita lihat Pak SBY dulu surveinya juga tinggi tapi keputusan politiknya bagaimana? Ini menjadi pendidikan politik bagi kita. Kita mencari sosok pemimpin yang berani mengambil tanggung jawab, berani mengambil keputusan meskipun pahit,” ungkapnya.
Hasto menambahmam, PDIP memiliki mekanisme di internal untuk menjaring kader-kader terbaik. Sehingga nantinya siapapun yang bakal diusung PDIP adalah kader terbaiknya.
“Partai ini memiliki sejarah yang panjang, memiliki pengalaman yang cukup luas dalam menjabarkan demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, sehingga dalam perspektif ini partai harus menegakkan disiplin,” pungkasnya.






