Mardiono menyebut pemilihan pendamping Ganjar membutuhkan pembahasan yang cermat. Mereka tidak ingin salah pilih. “Seperti kalau pacaran ingin membangun rumah tangga. Ini proses panjang dan menghasilkan produk jangka panjang,” tutur dia.
Mardiono mengeklaim empat parpol pengusung tidak mengutamakan sosok, nama, atau kelompok tertentu. Pertimbangannya dari kapasitas cawapres. “Agar yang dipasangkan dengan Mas Ganjar betul-betul pasangan yang membawa kemenangan dan ketika dipilih bisa menjawab tantangan bangsa Indonesia,” ujar dia.(*)






