Yulia Berkomitmen Lestarikan Tari Tradisional

Yulia Hendrilianti, M.Pd

SUKABUMI – Yulia Hendrilianti salah seorang guru Seni Budaya di SMPN 5 Kota Sukabumi, patut diacungi jempol. Bagai mana tidak, selama menggeluti profesi itu banyak prestasi yang sudah berhasil ditoreh.

Misalnya saja, Juara I lomba menyanyi lagu daerah, Juara II lomba pupuh, Juara II lomba tari kreasi tingkat Jabar pada Porseni Guru, Juara III pemilihan guru berprestasi jenjang SMP dan Juara II kreasi mengajar dalam kegiatan porseni PGRI tingkat Kota Sukabumi.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah selama saya menjadi guru sudah banyak prestasi yang berhasil diperoleh. Kebanyakan prestasi yang diperoleh yakni seni tari,” kata Yulia kepada Radar Sukabumi, Kamis (15/10).

Wanita kelulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini menambhakna, ia belajar menari tersebut dari sejak kecil diajarkan langsung ibunda yang bekerja sebagai guru seni juga disalah satu SMPN.

“Bakat ini menurun dari mamah, dan sejak kecil sudah belajar menari. Dasar menari nya dari klasik, karena latar belakang mamah penari klasik, kemudian disekolahkan mengambil jurusan tari, kemudian kuliah di UPI S1 jurusan pendidikan seni tari dan S2 pendidikan seni.

Alhamdulillah selama lulus kuliah, S1 sebagai lulusan terbaik, cumlaude dan lulusan termuda, kemudian S2 alhamdulillah cumlaude lagi,” tambahnya.

Menurut dia, dengan mengajarkan tari tradisi untuk melestarikan tari tradisional ini agar tidak tergeser oleh tari yang datang dari bangsa asing.

“Semoga dengan bekal tari tradisonal ini, akan mampu membentengi mereka dalam memfilter tarian asing yang masuk ke tanah air.

Karena saat ini, budaya asing memang menjadi tantangan tersendiri, yang sebagian besar, anak muda lebih tertarik pada budaya luar daripada khazanah budaya bangsa nya sendiri,” ungkapnya.

Sehingga, sambung Yulia, ini menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersma untuk terus memperkenalkan tari tradisional agar generasi selanjutnya mengenal dan mencintai budaya nya sendiri. “Mudah-mudahan tari tradisionla ini dapat dilestarikan,” pungkasnya. (bam/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.